Berita

ban ki-moon (bertopi biru) di tengah aksi unjuk rasa/afp

Dunia

Kritisi Perubahan Iklim, Sekjen PBB Ikut turun ke Jalan

SENIN, 22 SEPTEMBER 2014 | 08:46 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sekjen PBB Ban Ki-moon menjadi salah satu peserta aksi unjuk rasa yang menuntut tindakan cepat atas perubahan iklim di dunia saat ini yang digelar di Manhattan pada Minggu (21/9).

"Ini adalah planet di mana generasi kita selanjutnya akan hidup," kata Ban kepada wartawan di tengah aksi unjuk rasa.

Unjuk rasa yang dilakukan secara damai dengan lantunan musik, tabuhan drum, serta berbagai kostum beragam itu diikuti oleh sekitar 310 ribu warga yang datang dari berbagai kalangan, seperti pemimpin bisnis, aktivis lingkungan, politisi, bahkan selebritis.


BBC mengabarkan, di antara para peserta aksi adalah pakar primata Jane Goodall, Menteri Ekologi Perancis Segolene Royal, dan aktor Hollywood Leonardo DiCaprio. Mereka mengkampanyekan pembatasan emisi karbon

Dalam kesempatan itu Ban menekankan bahwa seluruh pemimpin negara dna pemangku kepentingan harus mengambil tindakan cepat demi menanggapi perubahan iklim dunia saat ini.

"Tidak ada rencana B, karena kita tidak memiliki planet B," seru Ban.

Aksi tersebut digelar jelang perhelatan KTT iklim yang akan digelar PBB di markas besarnya di New York esok (Selasa, 23/9). Dalam KTT itu ada 125 kepala negara dan kepala pemerintahan yang akan hadir. KTT itu merupakan pertemuan negara ratusan pimpinan negara pasca konferensi soal iklim yang tidak berhasil di Copenhagen 2009 lalu.

Ban sendiri menurutkan harapannya agar para pemimpin negara dapat membuat kemajuan dengan perjanjian universal yang akan ditandatangani oleh seluruh negara pada akhir tahun 2015 mendatang.

Aksi unjuk rasa serupa bukan hanya terjadi di Amerika Serikat, melainkan juga di sekitar 156 negara di dunia.

Di London, misalnya, di hari yang sama, aksi unjuk rasa serupa menarik perhatian sekitar 40 ribu orang untuk bergabung. Sementara itu di Melbourne Australia, ada sekitar 30 ribu orang yang bergabung dalam aksi serupa dengan menuntut Perdana Menteri Tony Abbott untuk mengambil tindakan atas perubahan iklim yang dapat memicu kebakaran hutan serta kekeringan yang semakin buruk.

Di Paris, dikabarkan lebih dari 25 ribu orang melakukan aksi serupa. Sedangkan di Berlin ada sekitar 15 ribu orang yang turun ke jalan mengkampanyekan hal yang sama.

Aksi unjuk rasa dalam skala yang lebih kecil melibatkan ribuat atau ratusan masa terjadi di sejumlah kota di dunia lainnya seperti Bogota, Barcelona, Delhi, dan juga Jakarta. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya