Berita

Siti Zuhro/net

Politik

PKS Satu-satunya Partai Yang Tak Mengenal Patron

SENIN, 22 SEPTEMBER 2014 | 05:40 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto kembali didaulat untuk menempati posisi penting di partainya. Megawati diusulkan untuk menjadi Ketua Umum PDIP untuk periode berikutnya dalam Rakernas 2014 di Semarang. Sementara Prabowo didaulat menjadi Ketua Umum Partai Gerindra dalam acara Kongres Luar Biasa di Bogor.

Pengamat politik LIPI, Siti Zuhro mengatakan, pengangkatan kedua tokoh tersebut menambah daftar keberadaan sosok sentral di tubuh partai, yang sebelumnya juga diperlihatkan SBY menjadi ketum Partai Demokrat dan Amien Rais menjadi sentral di PAN.

"Fenomena ini semakin mempertegas bahwa partai tak bisa dilepaskan dari peran sosok yang acapkali diposisikan sebagai patron," kata Zuhro di Jakarta, Minggu (21/9).


Menurunya, sebenarnya di kedua partai itu banyak bermunculan kader muda yang potensial. Namun proses regenerasi itu sulit terjadi. "Kader banyak tapi regenerasi tak lancar karena partai masih mengandalkan peran patron yang dianggap bisa merepresentasikan banyak fungsi," ujarnya.

Zuhro menilai kedua tokoh itu oleh internal partainya dipandang yang paling mampu menjaga soliditas dan kohesivitas partai. Keduanya dianggap sebagai figur pemersatu partai dan memiliki kewibawaan di mata para elite dan kader di internal partai.

"Bahkan mereka berdua ini dianggap yang bisa merepresentasikan partai dan tampil diantara partai-partai yang ada," tuturnya.

Padahal, kata Zuhro, ketua umum partai itu adalah manager partai, khususnya dalam konteks partai sebagai pilar utama demokrasi.

"Pemilu 2014 mestinya dijadikan tonggak penting bagi partai untuk mereformasi dirinya secara serius. Yakni mampu meletakkan ketum sebagai manager partai. Atau sebagai partai modern semestinya partai dikelola secara profesional agar terhindar dari pola yang cenderung mempraktekkan partai dinasti atau fans club," cetusnya.

Dari semua partai yang ada, lanjut Zuhro, hanya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saja yang melepas diri dari sosok sentral. "PKS merupakan satu-satunya partai yang tak mengenal patron dan rangkap jabatan," terang seperti dilansir dari JPNN. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya