Berita

foto:net

Politik

Jokowi-JK Didesak Buat Target 100 Hari Kerja

SENIN, 22 SEPTEMBER 2014 | 04:49 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden dan Wapres Terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla didesak membuat target yang ingin dicapai dalam 100 hari masa kerja.

"Segera buat parameter apa yang ingin diraih dalam 100 hari kerja pemerintahan Jokowi-JK," kata Arif Susanto dari Gerakan Dekrit Rakyat di Jakarta, Minggu (21/9).

Menurut dia, Jokowi-JK perlu memastikan pengejawantahan program-program jangka pendek atau menunjukkan sinyal positif perubahan pada masa awal pemerintahan, karena hal itu merupakan cara efektif untuk menjemput harapan dan kepercayaan rakyat.


Arif menilai belakangan ini Jokowi dan JK tidak memunculkan ide baru melainkan berkutat pada perdebatan mengenai kursi kabinet.

Selain menentukan target selama 100 hari pertama masa pemerintahannya, peneliti di Indonesia Institute for Development and Democracy itu juga melihat tantangan jangka pendek Jokowi adalah menyiapkan transisi dari pemerintahan Presiden SBY ke pemerintahan yang baru dan memastikannya tidak terganjal kebijakan strategis.

"Sinkronisasi apa yang terjadi di akhir pemerintahan SBY dan awal Jokowi," katanya, sambil menuntut Jokowi membentuk kabinet yang bersih dan profesional.

Besarnya dukungan rakyat adalah modal legitimasi namun legitimasi tersebut dapat runtuh bila kabinet yang dibentuk tidak memiliki integritas. Integritas dalam kabinet diperlukan untuk menuju pemerintahan yang efektif sekaligus memiliki daya tahan untuk berhadapan dengan potensi guncangan politik.

Arif menambahkan seperti dilansir dari Antara, Jokowi juga harus memenangi pertarungan melawan mafia ekonomi. Menurut dia, Jokowi perlu memeriksa apakah orang-orang disekelilingnya ada yang terindikasi sebagai mafia. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya