Berita

joko widodo/net

Politik

Belum Terlambat, Jokowi Perlu Bentuk Kementerian Transportasi dan Logistik

SENIN, 22 SEPTEMBER 2014 | 03:45 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden Terpilih Joko Widodo diminta serius melakukan pembenahan sistem infrastruktur transportasi dan logistik Indonesia, terutama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015. Ditambah, bidang ini adalah tugas berat Jokowi. Menurut data WEF Global Competitiveness Report 2013, infrasturkur Indonesia berada dalam posisi ketiga terburuk di Asia Tenggara.

Demikian disampaikan Ketua Jakarta Transportation Watch (JTW), Andy William Sinaga dalam keterangannya, Senin (22/9).

Untuk itu, kata Andy, perlu dibentuk Kementerian Transportasi dan Logistik, atau Kementrian Perhubungan dirubah namanya Menjadi Kementerian Transportasi Dan Logistik. Dan dibentuk Direktorat Jenderal Logistik yang fungsinya membuat kebijakan dan menata sistem distribusi barang dan Jasa, sebagai salah satu pendukung roda perekonomian.


"Kementerian ini harus dipimpin oleh teknokrat yang berpengalaman dibidan infrastrutur transportasi dan logistik. Peran kementerian ini sebagai lembaga teknis dalam penataan sistem transportasi di Indonesia, juga harus diberikan tugas khusus dalam mendukung program Tol Laut yang akan membuka isolasi antar kawasan laut Indonesia yang lebih luas dari daratan. Luas laut Indonesia mencapai 3.257.357 km² dan daratan mencapai 1.919.443 km²," beber Andy.

Selain itu, sambung dia, pemerintahan Jokowi perlu mempersiapkan jumlah kapal-kapal logistik yang cukup, guna mempercepat konektivitas barang dan jasa.

Andy menambahkan, pihaknya mengingatkan bahwa penyediaan kapal logistik dan penumpang memerlukan waktu yang cukup lama, sehingga langkah konkret dalam penataan sistem transportasi dan logistik di Indonesia perlu dilakukan secara tepat dan simultan. Selain itu untuk mendukung Tol Laut, perlu segera melakukan pembenahan infrastruktur transportasi laut dengan melakukan pembangunan dan pemeliharaan pelabuhan-pelabuhan di seluruh Indonesia.

"Selain itu peningkatan kompetensi sumber daya manusia dalam transportasi laut juga perlu ditingkatkan, agar SDM transportasi Indonesia tidak tertinggal dari negara Asean lainnya," demikian Andy William. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya