Berita

Dunia

Ada Perayaan Tahun Baru Yahudi, Israel Minta Negosiasi Dimajukan Selasa

MINGGU, 21 SEPTEMBER 2014 | 12:23 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Israel dan Hamas berencana melanjutkan negosiasi  di Kairo, Mesir pada Selasa mendatang (23/9) guna membahas gencatan senjata jangka panjang.

Seorang pejabat Israel yang enggan disebutkan namanya menuturkan kepada media nasional setempat, Walla!, bahwa para delegasi dari kedua negara akan melanjutkan pembicaraan yang dimediatori oleh Mesir, untuk membahas topik inti dalam agenda guna mencapai gencatan senjatapermanen antara Israel dan kelompok militan Palestina di Jalur Gaza, yang dipimpin oleh Hamas.

Awalnya, pejabat itu mengatakan, Mesir mengundang kedua belah pihak untuk bertemu pada hari Rabu (24/9). Namun karena perayaan Tahun Baru Yahudi jatuh pada hari itu, pihak Israel meminta untuk memajukan satu hari sebelumnya.


Ia juga merinci para delegasi Israel yang akan hadir, di antaranya adalah pengacara Yitzhak Molcho, tim negosiasi dari pihak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Kepala Badan Keamanan Israel Yoram Cohen, dan Direktur Kebijakan dan Urusan Militer Politik di Kementerian Pertahanan Amos Gilad.

Hal lain yang akan jadi pembahasan dalam negosiasi ini adalah adanya tuntutan-tuntutan dari kedua belah pihak. Israel menuntut Jalur Gaza menjadi demiliterisasi dan meminta Hamas untuk melucuti senjatanya.

Sementara Hamas menuntut pembangunan pelabuhan di pantai Jalur Gaza dan memulihkan bandara di wilayah itu, serta pembebasan tahanan Palestina dalam pertukaran dengan sisa tahanan tentara Israel.[wid]



Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya