Berita

mega/net

Politik

ANALISA SPIRITUAL

Pilkada Lewat DPRD, Megawati Pun Merana

MINGGU, 21 SEPTEMBER 2014 | 01:02 WIB | OLEH: EMPIE ISMAIL MASSARDI

KUBU Merah Putih dan kubu PDIP kembali bertarung di DPR dalam pembahasan RUU Pilkada yang kini ramai menuai pro kontra. Kubu Merah Putih plus Demokrat memilih opsi Pilkada dikembalikan ke DPRD agar sesuai dengan sila ke-4 Pancasila. Sementara kubu PDIP ‘keukeuh’ pilkada harus dilakukan secara langsung. Opsi ini sejalan dengan kehendak kelompok-kelompok yang selama ini menangguk untung berlimpah dari pilkada langsung. Tarik ulur dua kubu pun kemudian berlangsung sengit.

Kubu PDIP telah merasakan bagaimana hebatnya  kubu Merah Putih yang berhasil memaksanya menelan dua pil pahit UU MD3 dan Tatib DPR. Kubu PDIP pun paham bahwa kekuatannya di parlemen tidaklah berarti menghadapi keperkasaan kubu Merah Putih plus yang mayoritas (421 kursi) di DPR. Pengalaman pahit tersebut kini membuat kubu PDIP menjadi paranoid!

Terbukti perang frontal terus alami kekalahan, kini kubu PDIP pun mengubah strateginya melawan kubu Merah Putih plus. Kubu PDIP kemudian menemukan apa yang dianggap sebagai titik lemah dari kubu Merah Putih, yaitu SBY!


Sosok SBY yang digambarkan sebagai karakter peragu, lemah ,dan alay adalah sasaran yang gampang dihancurkan. Opini negatif  kemudian mulai ditembakkan secara masif kearah SBY agar tidak menyetujui pilkada lewat DPRD. Hasilnya sungguh luar biasa, seperti yang memang diperkirakan. SBY pun menyerah! SBY kemudian mengatakan kalau dirinya setuju pilkada langsung walau dengan syarat. Dan kini, para elit Demokrat pun mulai menyuarakan hal yang sama.

Pertanyaan yang pantas diajukan kemudian adalah, benarkah SBY selemah itu hingga gampang ditaklukkan  hanya dengan tekanan opini kelompok? Bukankah dengan menyetujui pilkada langsung, SBY kemudian membuang kesempatan untuk memenangkan kurang lebih 35 kepala daerah di tahun 2015 dan sekitar 45-an di tahun 2018 dengan mudah? Bukankah dengan pilkada langsung SBY akan kesulitan mengembalikan kejayaan Demokrat yang terpuruk? Padahal, dengan menyetujui pilkada lewat DPRD, sesungguhnya adalah kesempatan SBY merenggut keangkuhan Megawati dan sekaligus mengerdilkan PDIP di 2019? Dengan pilkada langsung, sesungguhnya SBY akan menjadi manusia yang merugi.

Namun, SBY adalah sosok yang cermat dalam berhitung. SBY tidak mungkin meninggalkan dan sekaligus menjadikan kubu Merah Putih sebagai musuh. Karena kalau itu dilakukannya maka, peran Demokrat sebagai partai penyeimbang pun pupus sudah. Dan itu berbahaya bagi  SBY. SBY akan jauh lebih aman bila tetap mempertahankan posisinya sebagai penyeimbang. Belum waktunya bagi SBY untuk tampil beda!

Memang benar, dengan pernyataan SBY yang setuju pilkada langsung, walau seolah mengajukan opsi alternatif, SBY telah berpaling ke kubu PDIP. Namun, apakah ini berarti SBY meninggalkan kubu Merah Putih? Tidak!  

Loh, kok bisa begitu?

Bisa, karena SBY, disamping sosok yang cermat, adalah juga seorang yang demokratis. SBY kali ini sadar bahwa, dia tidak bisa bertindak otoriter dengan memaksakan kehendaknya pada seluruh kader Demokrat di DPR. SBY juga sadar kalau sekarang ini sedang terjadi fenomena kader-kader partai yang membangkang terhadap keputusan partai. Jadi, SBY tidak akan bisa berbuat apapun jika ada 10 sampai 15 kader partai yang memiliki aspirasi tidak sesuai kebijakan partai saat voting RUU Pilkada nanti!  

Wallahu a’lam bish-shawabi! [***]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya