Indonesia menjadi salah satu negara yang berpartisipasi dalam Pameran the 20th International Trade Fair for Travel and Tourism-Otdykh Leisure yang digelar di Moskow pada 16 hingga 19 September 2014 kemarin.
Partisipasi Indonesia kali ini merupakan yang ketujuh kalinya sejak pertama kali terlibat tahun 2008 lalu.
Perlu diketahui, Otdykh Leisure merupakan salah satu pameran pariwisata terbesar di Rusia yang digelar setiap tahun. Dalam pameran tahun ini, ada 100 peserta dari dalam maupun luar negeri Rusia yang terlibat. Di antara para peserta ada sekitar 65 negara, termasuk beberapa negara ASEAN yang terlibat seperti Singapura, Vietnam, Malaysia dan Thailand.
Partisipasi Indonesia dalam Otdykh Leisure kali ini difasilitasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta mendapat dukungan dari KBRI Moscow.
Delegasi Indonesia sendiri mendirikan Anjungan Indonesia dan menampilkan misi kesenian asal kota Malang Jawa Timur yaitu Malang Flower Carnival Rumah Kreatif Nusantara. Sanggar tari asal Malang tersebut sebelumnya pernah tampil dibeberapa acara internasional, seperti Internationale Tourismus-Börse/ITB Berlin Exhibition 2013 di Berlin, Jerman.
Kehadiran Anjungan Indonesia tahun ini terasa berbeda dengan tampilnya ikon kapal Phinisi di tengah-tengah anjungan. Hal itu dimaksudkan untuk memperkenalkan destinasi wisata nusantara lainnya selain Bali.
Hal lain yang membuat partisipasi Indonesia kali ini berbeda adalah hadirnya 23 perusahaan nasional yang bergerak di bidang travel, tour, dan hotel yang meramaikan anjungan dengan memamerkan pesona Borobudur, Prambanan dan Candi Ratu Boko dan tempat-tempat pariwisata lainnya di Jawa Tengah, Jawa Timur serta Nusa Tenggara sebagai paket tujuan wisata.
Pesona Indonesia lainnya yang ditunjukkan dalam ajang tersebut adalah tarian tradisional yang ditampilkan seperti tari Cendrawasih dari Bali dan tari Jejer Gandrung Banyuwangi dari Jawa Timur.
Bukan hanya itu, kemeriahan pakaian daerah serta konstum ala karnaval di Rio de Janiero Brazil yang dikenakan oleh para penari pun tidak mampu menghalau keinginan para pengunjung yang datang dari berbagai kalangan baik masyarakat umum, profesional, ataupun media setempat untuk berfoto bersama.
Keterlibatan Indonesia dalam ajang tersebut, menurut Duta Besar Indonesia untuk Rusia, Djauhari Oratmangun, merupakan bagian dari strategi kreatif untuk memasarkan berbagai destinasi wisawa potensial di Indonesia selain Bali. Hal tersebut dilakukan seiring terus meningkatkan jumlah wisatawan Rusia ke Indonesia yang mencapai 95 ribu orang pada tahun lalu.
Selain itu, lanjut Djauhari dalam rilis dari KBRI Moscow yang diterima redaksi pada Sabtu (20/9), kultur orang Rusia yang gemar bepergian dan berwisata ke tempat-tempat wisata luar negeri saat ini tidak berubah dan masih tetap tinggi, walaupun terdapat masalah politik terkait isu keamanan di Ukraina saat ini.
Kata Djauhari, qisatawan Rusia yang sedianya berlibur ke Eropa dan negara Barat lainnya, saat ini mulai berpindah mencari tujuan wisata lainnya yang lebih memungkinkan, termasuk Asia Tenggara. Hal ini dinilai merupakan peluang bagi industri pariwisata nasional untuk meningkatkan jumlah wisman Rusia ke tanah air.
[mel]