Berita

Peternak Binaan Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Kelas Bawah Menjadi Insan Mandiri dan Sukses

SABTU, 20 SEPTEMBER 2014 | 21:28 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pemberdayaan masyarakat adalah salah satu tujuan Dompet Dhuafa (DD) dalam mengentaskan kemiskinan dan membangun bangsa mandiri dan berdaya. Pemberdayaan yang digagas DD merupakan penjabaran dari beragam konsep pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dalam membangun ekonomi masyarakat kelas bawah.

Strategi tersebut merupakan rancang kerja DD yang memadukan pemetaan kemiskinan, survei, penentuan mitra strategis, peluncuran dan implementasi program, serta monitoring dan evaluasi program. Program pemberdayaan yang telah berjalan selama ini secara tegas berupaya memanusiakan manusia dengan upaya pendampingan terhadap masyarakat penerima manfaat.

Dalam siaran pers yang diterima malam ini (Sabtu, 20/9) disebutkan, program pemberdayaan masyarakat dari Dompet Dhuafa yang terus berkembang baik salah satunya adalah program Kampung Ternak Nusantara (KTN).


Program pemberdayaan masyarakat di sektor pertenakan tersebut adalah salah satu community enterprise atau jejaring Dompet Dhuafa yang bergerak untuk memberdayakan para peternak secara berkelanjutan. Adanya KTN Dompet Dhuafa tentu memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat peternak yang tidak berdaya.

Program Kampung Ternak Nusantara saat ini bergerak di sekitar 18 provinsi, 50 kabupaten dan melibatkan 1.015 kepala keluarga di seluruh Indonesia. Komitmen visioner KTN tergambar dalam Triple Integrative Program, yakni tiga strata yang meliputi pembibitan (breeding), pembiakan bibit (multiplier) dan pembiakan komersial.

Program KTN ini juga menjadi sumber dari hewan kurban yang digalakan Dompet Dhuafa melalui Tebar Hewan Kurban (THK). Pada Raya Idul Adha tahun ini, KTN telah menyiapkan sekitar 20.000 domba, kambing dan sapi untuk mensukseskan program THK keberbagai pelosok nusantara dan sebagian belahan dunia termasuk di Gaza, Palestina.

Dengan telah tersedianya stok hewan kurban dari KTN, tentu program THK Dompet Dhuafa tak perlu khawatir dan akan terjamin serta merata pendistribusiannya. Karena penyaluran hewan kurban THK Dompet Dhuafa tahun ini menargetkan pendistribusian ke 4.155 desa, 375 kecamatan, 214 kabupaten dari 33 Provinsi di Indonesia.

Namun tak sebatas itu saja pergerakan bisnis dan pekerjaan dari program KTN Dompet Dhuafa. Para peternak binaan di KTN juga memiliki pekerjaan dan kompetensi utama dalam memberikan pendampingan masyarakat peternak dhuafa, konsultasi peternakan, menjalankan kerjasama dalam bidang peternakan hingga menjadi pelaku bisnis peternakan terdepan dan terpercaya di Indonesia.

Selain bersinergi sebagai pendukung kesuksesan program THK, Kampung Ternak Nusantara juga kerap menggelar berbagai program yang diantaranya adalah tebar akikah, konsultasi ternak, workshop dan pelatihan CSR, wisata ternak dan kurban, serta masih banyak lagi. Program KTN Dompet Dhuafa adalah perwujudan dari model bisnis sosial yang turut mengangkat perekonomian para peternak binaan yang dulunya kurang mampu, tetapi kini menjadi insan yang sukses, mandiri dan berdaya. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya