Berita

indra piliang/net

Politik

Indra Piliang: Lebih Baik Golkar Memimpin Oposisi yang Minimalis dan Cebol

SABTU, 20 SEPTEMBER 2014 | 17:50 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Di tengah situasi politik mutakhir, adalah lebih baik bagi Partai Golkar melakukan konsolidasi internal. Selain itu, sikap oposisi adalah pilihan tepat demi pemenangan politik di Pemilu serentak tahun 2019.

Pandangan itu disampaikan politisi muda Partai Golkar yang pernah menjabat Ketua Dewan Pelaksana Badan Penelitian dan Pengembangan DPP Partai Golkar, Indra J. Piliang, lewat akun twitter pribadinya @IndraJPiliang, sesaat lalu.

"Buat apa Golkar perlu berkawan-kawan ke luar, apabila pecah di dalam? Jauh lebih baik konsolidasi maksimal ke dalam saja. Lebih berdampak," demikian salah satu kutipannya.Menurutnya, sikap pura-pura besar di luar, tetapi ringkih di dalam justru merugikan kepentingan jangka menengah dan panjang Partai Golkar.


Dia juga mengingatkan, soliditas Partai Golkar lebih kuat apabila memimpin "oposisi" minimalis. Akan lucu kalau oposisi pemerintah adalah oposisi yang bongsor.

Seperti diketahui, sampai saat ini Golkar masih bertahan di Koalisi Merah Putih yang mengusung Prabowo-Hatta di Pilpres lalu, meski beberapa partai sudah menunjukkan gelagat menyeberang masuk koalisi pendukung Jokowi-JK.

"Koalisi cebol yang bakal dipimpin oleh Partai Golkar ini, mengingat minggatnya PPP, Demokrat dan PAN, bakal lebih berdampak politik ke depan. Dengan koalisi minimalis dan cebol, Partai Golkar lebih punya peluang memenangkan Pemilu 2019. Juga punya peluang lahirkan Capres 2019," terangnya.

"Jadi, supaya lebih punya sandaran historis, sebut saja koalisi yang dipimpin Partai Golkar sebagai Koalisi David (Daud). Dia kan menang lawan Goliath," tambah Indra.

Malah, menurut dia, akan lebih baik apabila Golkar bersikap oposisi sendirian. 

"Masing-masing partai akan mencalonkan Capres-Cawapres sendiri (pada 2019). Sulit melihat koalisi partai dalam Pilpres 2019. Soalnya serentak dengan Pileg," demikian Indra. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya