Berita

pdip/net

IMPLEMENTASI BPJS

PDIP Berjuang Kuota Penerima Bantuan Iuran yang Ditanggung APBN Jadi 120 Juta Orang

JUMAT, 19 SEPTEMBER 2014 | 15:48 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kartu Indonesia Sehat akan mengoreksi kekurangsesuaian Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan perintah UU SJSN dan UU BPJS.

"KIS berlaku di seluruh Indonesia, sesuai dengan prinsip portabilitas. Setiap orang harus mendapatkan pelayanan kesehatan dimana pun dan kapan pun di seluruh wilayah NKRI," kata anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka, beberapa saat lalu (Jumat, 19/7).

Oleh karena itu, ungkap Rieke, dalam pembahasan RAPBN 2015, Fraksi PDI Perjuangan sedang memperjuangkan  agar kuota Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dananya ditanggung APBN, bukan 86,4 juta orang, namun menjadi minimal 120 juta orang. Termasuk di dalamnya penghuni panti sosial, gepeng, anak jalanan, penyandang disabilitas, penghuni lapas di luar koruptor, dan eks Jamkesda miskin atau tidak mampu.


Masih kata Rieke, mengenai BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara jaminan kesehatan, perlu ada langkah-langkah terobosan, baik dalam masalah kepesertaan maupun pelayanan. Salah satu hal yang penting agar KIS bisa diimplementasikan lebih baik dari JKN adalah kebutuhan akan keberadaan kantor BPJS Kesehatan.

"Sebagai contoh di Provinsi Jawa Timur, dari 38 kota/kabupaten. Kantor BPJS Kesehatan baru ada di 10 kota/kabupaten, seperti Kabupaten Malang hingga saat ini belum dibuka kantor BPJS Kesehatan. Akibatnya, warga yang akan mengurus jaminan kesehatan harus mengurusnya di Kota Malang,"tegasnya.

Rieke pun menawarkan terobosan agar persoalan diatas bisa diselesaikan yakni BPJS Kesehatan menggandeng PT POS untuk pendataan dan kepesertaan jaminan kesehatan. Langkah ini sudah dilakukan BPJS Ketenagakerjaan yang akan beroperasi Juli 2015, khususnya Jaminan Pensiun yang bekerjasama dengan BRI di seluruh Indonesia. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Produk Impor Masuk Indonesia Wajib Sehat dan Halal

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:14

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Jemaah Haji Aceh Bisa Akses Ruang VIP Bandara

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:28

Ashari Menghilang, Belum Ditangkap Polisi

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:16

Ambulans Angkut Jenazah Hantam Truk, Dua Orang Tewas

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:33

Purbaya Siapkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:24

Rumah di Grogol Petamburan Dilalap Api

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:01

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

Senin, 04 Mei 2026 | 23:35

Tiga Jam Operasional KRL Rangkasbitung Lumpuh

Senin, 04 Mei 2026 | 23:20

Selengkapnya