Berita

gedung kpk/net

Politik

Pengamat: KPK Berperan Besar Tentukan Peta Politik Indonesia

JUMAT, 19 SEPTEMBER 2014 | 15:24 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Komisi Pemilihan umum (KPK) merupakan lembaga independen pertama di Indonesia yang mempunyai peran besar dalam menentukan peta politik Indonesia saat ini.

Demikian disampaikan pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman dalam keterangannya kepada redaksi, Jumat (19/9).

Menurut Jajat, adanya berbagai dugaan tekanan yang dilakukan KPK terhadap para Hakim MK dalam persidangan sengketa pilpres beberapa waktu yang lalu, serta pernyataan Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas yang mendukung pemilihan kepala daerah secara langsung, merupakan bukti kuat jika KPK mempunyai peran yang besar dalam menentukan peta politik Indonesia saat ini.


Disisi lain, lanjut Jajat, isi pledoi mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, yang meminta KPK memeriksa SBY dengan kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pembina dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, serta Presiden RI, menguatkan isu yang selama ini beredar dimasyarakat jika KPK memegang kartu truf untuk mengungkap kebenaran tentang SBY dan partainya.

"Mengamati adanya hubungan emosional yang cukup kuat antara Ketua KPK Abraham Samad, dengan pasangan capres-cawapres terpilih Jokowi-JK, menjadikan KPK sebagai lembaga super body yang dijadikan alat politik bagi para pihak yang mempunyai kepentingan besar di negara ini," demikian Jajat. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya