Demi memperbaiki kondisi wajib militer, pemerintah Korea Selatan berencana menaikan gaji bulanan tentara hingga 15 persen serta meningkatkan biaya unit makanan sebesar 5 persen.
"Gaji bulanan yang diberikan kepada kopral, misalnya, akan naik menjadi 155 ribu won dari yang saat ini sebesar 135 ribu won," kata Departemen Pertahanan Korea Selatan dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Kamis (18/9).
Selain itu, pemerintah juga berencana untuk menyediakan tentara yang terdaftar di unit pos umum dengan rompi anti peluru serta membangun ruangan tamabahan gym serta lapangan basket.
Langkah tersebut diambil dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan prajurit dan menanggapi usulan soal reformasi di dalam tubuh militer demi menjamin hak asasi manusia tentara dalam insiden perpeloncoan yang terjadi tahun ini.
Langkah itu dijalankan bersamaan dengan usulan anggaran pertahanan pemerintah tahun depan sebesar 37.6 triliun won. Jumlah tersebut meningkat 5.2 persen dari anggaran tahun ini.
"Helikopter evakuasi medis akan meningkat menjadi enam dari saat ini hanya tiga," beber pernyataan itu.
"Peningkatan anggaran juga akan digunakan untuk merombak barak kuno dari divisi 22 dan 28," sambungnya dikutip
Korea Times.
Penambahan anggaran itu, jelas pernyataan, mencerminkan rencana pemerintah membangun sistem Korea Air and Missile Defense (KAMD) di tengah ancaman dari Pyongyang.
[mel]