Berita

Hukum

Kasus Anas Manipulasi Hukum Jaksa KPK

JUMAT, 19 SEPTEMBER 2014 | 02:10 WIB | LAPORAN:

. Kasus dugaan gratifikasi terkait proyek Hambalang dan atau proyek-proyek lainnya yang menimpa Anas Urbaningrum merupakan contoh nyata manipulasi hukum.

Selain proses penanganannya yang tebang pilih, bukti manipulasi hukum juga terlihat dari bocornya Sprindik (surat perintah penyidikan) sebelum Anas ditetapkan menjadi tersangka.

Begitu dikatakan penasihat hukum Anas, Indra Natan, saat membacakan nota pembelaan alias pledoi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis malam (18/9).


Manipulasi hukum lainnya adalah tuduhan Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang aliran uang kepada peserta Kongres Partai Demokrat. Parahnya, kata Indra, yang dijerat hanya Anas Urbaningrum.

"Penuntut umum seolah menutup mata kalau ada tiga kandidat yang maju untuk menjadi ketua dalam kongres tersebut," kata Indra di ruang sidang.

Seharusnya, tambah dia, penuntut umum juga melirik dua kandidat ketua umum lain yang ikut dalam kongres. Mereka adalah Andi Alifian Mallarangeng dan Marzuki Alie. Apalagi, saat kongres keduanya jelas merupakan penyelenggara negara. Andi sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Marzuki Alie sebagai Ketua DPR RI.

"Saksi yang dihadirkan menyebutkan, mereka juga menerima uang dari kandidat lainnya. Bahkan, salah satu saksi karena untuk kepentingan dirinya sendiri mengaku menerima aliran dana dari seluruh tim sukses calon," terang Indra.

"Andi Mallarangeng hanya pada penyalahgunaan kewenangan dan Marzuki Alie tidak tersentuh hukum. Kenapa hanya Anas saja yang terlibat permasalahan hukum?" sambung Indra menggugat. [ald]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Matador Pulangkan Belgia di Menit Akhir

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14

Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Penyebab Blackout Sumatera

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05

Ijazah Asli Jokowi Dipastikan Sama seperti Unggahan Dian Sandi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Jampidsus Febrie Resmi Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23

Antara VAR dan Tuduhan Argentina Anak Emas FIFA

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02

Pemerintah Dukung Kortastipidkor Usut Tuntas Perkara Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35

Pernyataan Febrie Dinilai Upaya Kendalikan Narasi di Tengah Deretan Fakta

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33

Demo Copot Jampidsus Febrie

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11

Selengkapnya