Berita

ahok

Hukum

Ahok: Di Dinas PU Memang Banyak Mark-UP

KAMIS, 18 SEPTEMBER 2014 | 18:38 WIB | LAPORAN:

Kejaksaan Agung (Kejagung) menggeledah dua kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta hari ini, Kamis (18/9). Penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi perbaikan dan pemeliharaan saringan sampah oleh Dinas PU senilai Rp 14,4 miliar pada 2012 dan Rp 7,21 miliar pada 2013.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku tidak mengetahui perihal penggeledahan tersebut. Meski demikian, ia menyambut baik tindakan Kejagung tersebut. Apalagi sepengetahuan Basuki, korupsi di Dinas PU bukan rahasia umum lagi.

"Nggak tahu, wallahualam. Semua orang juga tau disana (Dinas PU) banyak mark up," ujar pria yang akrab disapa Ahok ini di Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (18/9).


Penggeledahan yang dilakukan Kejagung hari ini menurut Ahok akan memberi efek kejut kepada pegawai negeri sipil (PNS) di dinas PU. Terutama bagi mereka yang sering menyelewengkan anggaran.

"Makin menakutkan orang yang main-main (anggaran)," tandasnya.

Bahkan, Ahok juga meminta agar Kejagung menggeledah kantor satuan kerja perangkat daerah (SKPD) DKI lainnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Informasi Penerangan Hukum Kejagung, Agung Tony Spontana membenarkan informasi bila penyidik Kejagung tengah melakukan penggeledahan di dua kantor Dinas PU hari ini.

Kantor pertama ada di Jalan Taman Jatibaru dan Kantor PT Asiana Technologies Lestari di Jalan Raya Meruya Ilir, Intercon Plaza Blok A III No. 15 Blok A1 No 3M-N, Jakarta Barat.

“Benar, tim penyidik kami saat ini sedang melakukan penggeledahan dan penyitaan di dua lokasi tersebut. Tindakan ini kami lakukan untuk proses penyidikan kasus dugaan korupsi perbaikan dan pemeliharaan jaringan atau saringan sampah di Dinas PU DKI Jakarta tahun anggaran 2012 dan 2013,” jelasnya.

Tiga PNS DKI telah dijadikan sebagai tersangka oleh Kejagung, yaitu mantan Kadis PU Provinsi DKI Jakarta Ery Basworo, mantan Kepala Bidang Pemelihara Sumber Daya Air Departemen PU Pemprov DKI RA, dan mantan Dirut PT Asiana Technologies Lestari, NH. [zul]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Matador Pulangkan Belgia di Menit Akhir

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14

Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Penyebab Blackout Sumatera

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05

Ijazah Asli Jokowi Dipastikan Sama seperti Unggahan Dian Sandi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Jampidsus Febrie Resmi Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23

Antara VAR dan Tuduhan Argentina Anak Emas FIFA

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02

Pemerintah Dukung Kortastipidkor Usut Tuntas Perkara Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35

Pernyataan Febrie Dinilai Upaya Kendalikan Narasi di Tengah Deretan Fakta

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33

Demo Copot Jampidsus Febrie

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11

Selengkapnya