Berita

penanganan kasus ebola/net

Dunia

WHO Khawatir Pasien Beli Darah Korban Ebola Selamat Lewat Pasar Gelap

KAMIS, 18 SEPTEMBER 2014 | 16:55 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pasien Ebola yang putus asa bisa saja beralih untuk membeli darah dari korban yang selamat dari virus di rumah sakit-rumah sakit negara yang terkena dampak terburuk virus tersebut.

Badan Kesehatan Dunia WHO memperingatkan, kendati belum terbukti, namun darah dari korban selamat disebut-sebut memiliki antibodi yang dapat melawan virus tersebut.

"Studi menunjukkan transfusi darah dari korban selamat mungkin bisa membantu mencegah atau mengobati infeksi virus Ebola pada orang lain, tetapi hasil studi masih sulit untuk ditafsirkan," kata pernyataan WHO dikabarkan BBC (18/9).


"Belum diketahui apakah antibodi dalam plasma korban cukup untuk mengobati atau mencegah penyakit. Masih perlu penelitian lebih lanjutan," sambungnya.

Diketahui darah dari korban selamat telah digunakan untuk mengobati pasien, termasuk pekerja bantuan asal Amerika Serikat Rick Sacra yang dirawat di rumah sakit di Omaha, Nebraska. Ia mendapatkan transfusi darah dari sesama warga Amerika Serikat yang terlebih dahulu berhasil pulih dari Ebola.

Berbeda dengan situasi tersebut, pasien-pasien di negara-negara yang terkena dampak terparah Ebola seperti Sierra Leone, Guinea, dan Liberia mendapatkan darah dari korban selamat melalui saluran yang tidak tepat yakni pasar gelap. Hal itu dikhawatirkan akan menyebabkan penyebaran infeksi lainnya, termasuk HIV dan penyakit yang berhubungan dengan darah lainnya.

"Kita perlu bekerja secara ketat dengan negara-negara yang terkena dampak untuk membendung perdagangan pasar gelap," himbau Direktur Jenderal WHO, Margaret Chan. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya