Berita

seorang anak berjalan di atas reruntuhan puing bangunan di Gaza/net

Dunia

PBB Bantu Buat Perjanjian Bangun Kembali Gaza

RABU, 17 SEPTEMBER 2014 | 15:29 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

PBB mengatur kesepakatan untuk membangun Jalur Gaza dengan memberikan peran utama kepada pemerintah otoritas Palestina dan pihak swasta.

Menurut utusan khusus PBB bagi Timur Tengah, Robert Serry, kesepakatan itu berisi soal pasokan material bangunan harus dijalankan segera tanpa adanya penundaan.

Ia sendiri menyebut, perjanjian yang juga disepakati oleh Israel dan Palestina itu memungkinkan pekerjaan mendirikan kembali bangunan yang hancur untuk segera dilaksanakan.


Diketahui, selain menyisakan lebih dari dua ribu korban jiwa, serangan yang dilancarkan oleh Israel ke Jalur Gaza sejak 8 juli hingga 27 Agustus lalu juga menghancurkan bangunan serta fasilitas publik di wilayah itu.

Serry mengaku bahwa ia menyaksikan sendiri betapa parahnya tingkat kerusakan infrastruktur, rumah sakit, sekolah, bahkan pemukiman di Gaza.

Kata Serry diperkirakan ada sekitar 18 ribu rumah yang rusak atau rata dengan tanah pasca serangan Israel. Sekitar 100 ribu warga Palestina sendiri kehilangan tempat tinggal. 65 ribu di antaranya masih bertahan di tempat pengungsian PBB, sedangkan yang lainnya mencari tempat berlindung yang lebih aman.

Ia sendiri mengaku khawatir dengan kondisi di Gaza mengingat gencatan senjata yang diinisiasi oleh Mesir masih rapuh dan masalah mendasar Israel-Palestina masih belum juga terselesaikan.

Serry menyebut, pihaknya mendesak pembukaan kembali titik persimpangan antara Israel dan Jalur Gaza sehingga pasokan konstruksi dapat didistribusikan.

"Krisis di Gaza masih jauh dari selesai dan jendela kesempatan untuk memenuhi kebutuhan kritis dan menstabilkan situasi pendek," ujarnya. dikutip BBC. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya