Berita

ari junaedi/net

Bakal Calon Menteri Pengaruhi Harapan Publik

RABU, 17 SEPTEMBER 2014 | 09:35 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Usai Jokowi menjabarkan akan membentuk 34 jumlah kementerian dengan menyebut 18 pos kementerian untuk profesional murni dan 16 pos menteri untuk profesional partai, Jusuf Kalla makin menegaskan "jeroan" kabinetnya.

JK menegaskan tujuh di antara 18 kementeriaan positif diisi oleh orang-orang "non partai" agar terhindar dari intervensi politik. Tujuh kementrian tersebut adalah Keuangan, Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Usaha Milik Negara, Pertanian, Pekerjaan Umum, Kesehatan serta Pendidikan.

Pengamat komunikasi politik Ari Junaedi berpandangan bakal calon menteri mempengaruhi harapan publik dan komitmen Jokowi-JK dalam menyusun postur kabinet patut mendapat apresiasi positif. Jokowi-JK telah memulai era transparansi sebelum memulai kerja nasional.


"Selama ini, kabinet seperti apa dan apa kriterianya hanyalah urusan presiden terpilih. Publik hanya bersikap pasif dan nerimo karena urusan kabinet adalah bagi-bagi kursi untuk membalas budi baik elit-elit partai yang mengusung presiden-wakil presiden terpilih. Publik di era Jokowi-JK diberi gambaran yang cetho weleh-weleh soal arsitektur kabinet," kata Ari Junaedi kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 17/9)

Hanya saja, saran Ari, Jokowi juga harus kembali memfilter kandidat pembantunya agar tekad membasmi mafia di segala bidang benar-benar tercapai. Jangan sampai, orang lama tetapi dengan kemasan baru kembali duduk di kabinet. Sementara nama Anies Baswedan di pos Pendidikan, Ignasius Jonan di BUMN dan Gde Pradnyana di ESDM sangat layak dipertimbangkan.

"Demikian juga kader partai yang mumpuni seperti TB Hassanudin, Eva Sundari, Pramono Anung,  Teras Narang layak masuk kabinet tetapi dengan catatan jabatan di partai harus ditanggalkan. Saatnya anak muda perlu diberi peran di pemerintahan baru," ujar Ari Junaedi yang juga pengajar di Program Pascasarjana Universitas Indonesia dan Universitas Diponegoro ini. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Produk Impor Masuk Indonesia Wajib Sehat dan Halal

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:14

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Jemaah Haji Aceh Bisa Akses Ruang VIP Bandara

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:28

Ashari Menghilang, Belum Ditangkap Polisi

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:16

Ambulans Angkut Jenazah Hantam Truk, Dua Orang Tewas

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:33

Purbaya Siapkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:24

Rumah di Grogol Petamburan Dilalap Api

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:01

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

Senin, 04 Mei 2026 | 23:35

Tiga Jam Operasional KRL Rangkasbitung Lumpuh

Senin, 04 Mei 2026 | 23:20

Selengkapnya