Berita

ilustrasi/net

Inilah Saatnya Berperang Melawan Sistem...

RABU, 17 SEPTEMBER 2014 | 08:59 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ada kisah yang bisa dipetik dalam cerita Ramayana. Dalam cerita itu, lawan Ramayana adalah sosok yang dzalim, menindas dan menganiaya rakyat. Lawan itu adalah barisan iblis dan raksasa yg dipimpin oleh raja setan Rahwana atau Prabu Dasamuka dan ratu setan Surhanaka.

Dalam bertempur melawan sosok itu, ungkap aktivis 98 Haris Rusly, sangat jelas siapa kawan dan siapa lawan. Tentu saja juga jelas sebab melawan sesuatu karena nilai-nilai dan moralitas masih dipegang kuat oleh penguasa dan masyarakat.

Di era revolusi Kemerdekaan, kata Haris beberapa saat lalu (Rabu, 17/9), juga jelas siapa musuhnya. Yaitu penjajah asing yangg datang dengan senjata dan seragam merampok kekayaan dan menindas rakyat.


Sebaliknya dalam kisah Mahabrata, lanjut Haris, adalah melawan sistem nilai yangg telah rusak, bukan semata sosok. Diceritakan Pandawa dan Sri Kresna berperang melawan kerusakan moral, kebohongan, kerakusan dan lain-lain, yangg telah mewabah di dalam diri hampir seluruh raja, pangeran dan sebagian besar rakyat.

"Dalam berperang melawan kerusakan sistem nilai, tak jelas siapa lawan dan siapa kawan. Pandawa bahkan harus berperang melawan Kurawa yang merupakan saudara sepupunya sendiri," ungkap Haris.

Situasi era reformasi saat ini, simpul Haris, persis seperti di kisah Mahabarata, yaitu meluasnya kerusakan sistem nilai di lingkaran utama kekuasaan hingga di tengah masyarakat. Saat ini, Indonesia tidak sedang bertempur melawan "sosok",  tapi sedang berperang melawan "sistem" nilai yangg rusak, dari value system menjadi price system.

"Musuh kita bahkan tak jelas, sangat dekat dengan diri kita. Bahkan kita dituntut setiap saat berperang melawan diri kita sendiri," demikian Haris. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Produk Impor Masuk Indonesia Wajib Sehat dan Halal

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:14

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Jemaah Haji Aceh Bisa Akses Ruang VIP Bandara

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:28

Ashari Menghilang, Belum Ditangkap Polisi

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:16

Ambulans Angkut Jenazah Hantam Truk, Dua Orang Tewas

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:33

Purbaya Siapkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:24

Rumah di Grogol Petamburan Dilalap Api

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:01

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

Senin, 04 Mei 2026 | 23:35

Tiga Jam Operasional KRL Rangkasbitung Lumpuh

Senin, 04 Mei 2026 | 23:20

Selengkapnya