Berita

net

Politik

"Keblinger" Kalau Gunakan Sila Ke-4 untuk Menentang Pilkada Langsung

RABU, 17 SEPTEMBER 2014 | 02:38 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Mendukung Pilkada tidak langsung dengan mengajukan dalil menggunakan Sila ke-4 dari Pancasila adalah tindakan "keblinger" alias salah penerapan.

Hal itu dikatakan Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Sumatera Barat, Samaratul Fuad, dalam surat elektronik. Menurutnya, itu adalah pemikiran "keblinger". Dia katakan, sila ke-empat dari Pancasila mengatur soal prinsip dalam pengambilan keputusan, bukan soal kedaulatan atau pemilihan kepala daerah.

"Kalau logika tersebut dipakai, lantas kenapa Pilpres tidak dipilih oleh MPR-DPR saja, atau malah lebih bagus oleh DPD saja? Toh mereka yang jadi senator yang representatif mewakili provinsi," gugatnya.


Dia yakin, penyelenggaraan Pilkada Langsung sejak 2005 selama ini sudah pada relnya. Namun dia akui perlunya perbaikan-perbaikan dalam penyelenggaraan, regulasi, dan pengawasannya.

Ditegaskannya, KIPP Sumatera Barat yang sejak awal berdiri melawan rezim otoriter Orde Baru jelas menolak RUU Pilkada.

"Karena pemilihan kepala daerah oleh DPRD sama saja melecehkan perjuangan panjang kami bersama kaum pergerakan lainnya untuk mewujudkan pemilu yang demokratis dalam menjaring pemimpin yang diinginkan, menjadi harapan rakyat dan dipilih langsung oleh rakyat, bukan diwakili oleh anggota-anggota DPRD yang tidak jelas kualitasnya serta moralnya," terangnya.

Lewat Pilkada langsung, tandasnya, rakyat bisa dicerahkan dengan pendidikan politik, belajar berorganisasi, berpartisipasi untuk mendukung dan memilih calon kepala daerah yang benar-benar mewakilinya. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kapal-kapal yang Tertinggal

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:55

Teriakan ‘Bapak Aing’ Sambut Kirab Milangkala Tatar Sunda

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:36

Kebahagiaan Mahasiswa Baru

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:20

Pemerintah Mestinya Terbuka soal Harga Keekonomian BBM Bersubsidi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:59

Nelayan Tradisional Soroti Tiga Isu Mendesak Masyarakat Pesisir

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:45

ASEAN dan Tantangan Ketahanan Energi Kawasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:25

Eks Wakapolda Sulsel Jabat Kapolda Sulteng

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:59

KIOTEC Kunjungi Korsel Perkuat Kapasitas SDM Kelautan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:40

Meritokrasi dan Integritas dalam Promosi Perwira Tinggi TNI-Polri

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:28

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya