Berita

ilustrasi/net

Hukum

Bupati Cirebon Peringatkan Anak Buah Tak Main Mata dengan Kontraktor

SELASA, 16 SEPTEMBER 2014 | 23:30 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

‪ Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadi menginstruksikan semua kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon tidak main mata dengan kontraktor nakal. Dengan tegas Bupati Sunjaya mengatakan tindakan demikian merugikan rakyat.

"Selain kepala dinas tidak boleh main mata dengan kontraktor nakal, juga tidak perlu takut bila ada pihak yang intervensi agar diberi proyek. Jalankan setiap proyek yang ada sesuai dengan mekanisme yang berlaku," kata Sunjaya kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 16/9).

Purnawirawan TNI ini menyebutkan kontraktor yang boleh memegang proyek di Kabupaten Cirebon yang bisa berkerja dan berkualitas. "Kalau hanya asal-asalan jangan berharap akan dapat proyek. Kami hanya menerima kontraktor yang bisa kerja dan berkualitas," kata Sunjaya.


Tidak dipungikiri, lanjut birokrat asal PDIP ini, ada kepala dinas yang melapor kepadanya dapat intervensi dari pihak tertentu yang meminta jatah proyek. Namun, lanjut dia, sesuai komitmen dan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 2 tahun 2014, tiap proyek harus menempuh mekanisme resmi.

Sunjaya menyebutkan adanya perbup itu ingin mengurangi menguapnya anggaran sehingga hasil proyek bisa sesuai harapan. "Setiap proyek, bakal saya langsung awasi dan dicek setelah selesai. Bila hasilnya tidak memuaskan, kontraktor itu akan diblacklist," tegas dia.

Mengawasi dan cek proyek di lapangan langsung sendiri, lanjut suami dari Wahyu Tjiptaningsih ini, bukan karena tidak percaya kepada bawahan. Namun, ingin memastikan langsung proses dan hasil kerja kontraktor. "Saya ingin hasil proyek memuaskan dan bertahan lama," kata dia.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya