Berita

andi arief/net

Andi Arief Minta Pihak yang Mau Gagalkan Riset Gunung Padang Segera Ubah Perilaku

SELASA, 16 SEPTEMBER 2014 | 15:46 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ternyata, dalam tiga hari ini, kehadiran TNI AD dan peneliti yang sudah mendekati target utama di situs Gunung Padang diganggu oleh beberapa arkeolog dan geolog senior dengan membuat  fitnah di media, sosial media dan rapat-rapat.

Misalnya diisukan riset ini dibantu dana dari Kementerian Pendidikan danKebudayaan sebesar Rp 23 miliar, sementara TNI diisukan merusak  situs, dan mengisukan ada bencana arkeologi.

Terkait dengan gangguan ini, beberapa saat lalu digelar pertemuan antara Direktur Cagar Budaya Hary Widianto, Danny Hilman Natawidjaja, Ali Akbar, serta Dandim Cianjur Lektol Andi. Disimpulkan dalam pertemuan ini bahwa pihak-pihak yang menghambat riset ini telah melakukan propaganda hitam dan mkebohongan intelektual.


Dalam pertemuan ini juga, Hary Widianto melihat sendiri hasilnya di lokasi situs dan dia  memuji metode trenching Danny Hilman Natawidjaja yang dibanttu TNI. Dan metode ini bisa menjadi metode arkeologi ke depan yang sistematis dan terukur berdasarkan pemindaian, dan memang tidak ada satu bukti pun merusak situs.

Perkembangan ini disampaikan inisiator Tim Terpadu Riset Mandiri Gunung Padang yang juga Staf Khusus Presiden, Andi Arief. Andi Arief pun berharap semua yang telah membuat ulah, fitnah dan menggagalkan riset ini untuk mengubah prilaku dan tindakan yang bertentangan dengan sikap intelektual. Apalagi bagaimanapun riset ini akan tetap berjalan dan dituntaskan. Ini sekaligus mempertegas ketulusan TNI dalam membantu riset dan menjaga situs itu.

"TNI bukanlah seperti 200 orang pasukan Raffles yang merusak Borobudur, atau seperti pasukan Napoleon yang mengobrak abrik Pyramida Giza. Terus terang para peneliti sudah melapor ke Presiden SBY bahwa memang hasil riset Gunung Padang bukan hanya mengubah sejarah tetapi juga berpotensi membawa kemakmuran bangsa ini seperti diamanatkan pasal 33 UUD 1945," kata Andi Arief beberapa saat lalu (Selasa, 16/9).

Andi juga berharap TNI bisa terus bekerja sama dan menjaga mati-matian Piramida Gunung Padang.

"Saya pernah ditawari 5 juta dolar AS  agar pihak asing bisa terlibat dalam riset ini. Saya dengan tegas menolak. Saya mendapat informasi lewat pihak yang kontra mereka tetap berupaya merebut wilayah dan objek riset. Jangan ada lagi pasukan Raffles atau Napoleon yang menguasai, merusak dan mengambil semua yang berharga," demikian Andi Arief. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Produk Impor Masuk Indonesia Wajib Sehat dan Halal

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:14

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Jemaah Haji Aceh Bisa Akses Ruang VIP Bandara

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:28

Ashari Menghilang, Belum Ditangkap Polisi

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:16

Ambulans Angkut Jenazah Hantam Truk, Dua Orang Tewas

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:33

Purbaya Siapkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:24

Rumah di Grogol Petamburan Dilalap Api

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:01

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

Senin, 04 Mei 2026 | 23:35

Tiga Jam Operasional KRL Rangkasbitung Lumpuh

Senin, 04 Mei 2026 | 23:20

Selengkapnya