Berita

jet tempur f-16/net

Dunia

Latihan Militer, Taiwan Gunakan Skenario Serangan Tiongkok

SELASA, 16 SEPTEMBER 2014 | 12:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Taiwan pamerkan kekuatan militernya dalam skenario simulasi menghadapi serangan Tiongkok di pangkalan udara dalam latihan yang digelar hari ini (Selasa, 16/9).

Dalam latihan yang pertama kali digelar sejak 2011 lalu itu Taiwan memamerkan bagaimana jet-jet tempur serta pesawat peringatan dini mereka mendarat, mengisi bahan bakar, dan lepas landas di jalan bebas hambatan yang telah ditutup sebelumnya.

"Skenario pelatihan adalah bahwa pangkalan udara rusak berat setelah terkena pemboman intensif rudal baliktik dan jelajan Tiongkok," kata Mayor Jenderal Hung Kuang-min dikutip AsiaOne.


Dalam latihan tersebut dikerahkan tiga buah jet tempur F-16, sebuah jet tempur Mirage 2000-5, dan sebuah jet tempur pertahan yang dibuat Taiwan. Jet-jet itu berlatih mendarat di jalan bebas hambatan di wilayah selatan Chiayi County. Mereka latihan mengisi bahan bakar, rudal, serta amunisi lainnya sebelum kembali lepas landas.

Selain itu, dalam latihan juga dilibatkan sebuah pesawat peringatan dini buatan Amerika Serikat, E-2K.

Ada sekitar 1.200 tentara yang dimobilisasi dalam latihan perang yang diberi kode "Han Kuang 30". Latihan itu sekaligus digelar untuk mengevaluasi kemampuan Taiwan untuk mempertahankan diri serta melawan invasi Tiongkok.

Diketahui, Taiwan memisahkan diri dari Tiongkok pada tahun 1949 dan sejak saat itu hubungan keduanya kerap diliputi oleh ketegangan.

Namun hubunhan kedua negara mulai memulih setelah Ma Ying-jeou menduduki kursi presiden pada tahun 2008 dan kembali terpilih pada 2012 lalu. Ia meningkatkan hubungan pariwisata dan perdagangan dengan Taiwan.

Akan tetapi, Tiongkok masih bersikeras untuk menggunakan kekerasan kepada Taiwan bila suatu saat mengumumkan kemerdekaannya secara resmi. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya