Berita

air france/net

Dunia

Karyawan Air France Mogok, Ribuan Penumpang Inggris Terlantar

SELASA, 16 SEPTEMBER 2014 | 11:27 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ribuan warga Inggris terlantar pada Senin (15/9) setelah maskapai penerbangan nasional terbesar Perancis, Air France membatalkan setengah jadwal penerbangan sebagai bagian dari aksi mogok yang dilakukan sebagian karyawannya.

Diketahui, sejumlah pilot maskapai tersebut melakukan aksi mogok sebagai bentuk protes atas rencana Air France untuk menggelontorkan lebih banyak dana pada anak perusahaan yang berorientasi pada penerbangan low-cost, Transvania.

Aksi mogok itu sendiri selain menyebabkan antrian panjang di bandara akibat pembatalan jadwal juga diperkirakan menyebabkan kerugian sekitar 15 juta poundsterling setiap harinya.


"Banyak layanan telah dibatalkan sepenuhnya, tetapi informasi ini sangat sulit didapat. Ini situasi yang konyol," kata salah seorang penumpang yang merupakan warga negara Inggris, David Newman.

Pihak Air France sendiri, dikutip Daily Mail, telah mengirimkan sekitar 65 ribu pesan kepada para penumpangnya untuk memperingatkan mereka soal kemungkinan pembatalan atau penundaan jadwal penerbangan yang telah mereka pesan.

Seorang juru bicara maskapai bahkan memperingatkan, para penumpang yang telah memesan tiket untuk tanggal 15 hingga 22 September agar menunda perjalan mereka dengan mengubah jadwal secara gratis ataupun melakukan klaim pengembalian dana.

Aksi mogok yang dilakukan karyawan Air France itu dilakukan karena mereka khawatir atas pengembangan operator murah Transavia dapat menyebabkan outsourcing pekerjaan ke perusahaan lain dan pekerjaan tetap akan dikurangi statusnya menjadi paruh waktu atau kontrak. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya