Berita

ilustrasi penyelamatan imigran di laut/net

Dunia

Konflik dengan Komplotan Perdagangan Manusia, 500 Imigran Dikhawatirkan tewas

SELASA, 16 SEPTEMBER 2014 | 11:00 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) memperkirakan ada sekitar 500 imigran yang dikhawatirkan tewas setelah sebuah kapal tenggelam di wilayah perairan Malta akhir pekan lalu.

Kata juru bicara IOM, Christiane Berthiaume pada Senin (15/9), berdasarkan keterangan yang dikumpulkan dari para saksi diketahui bahwa kapal meninggalkan Damietta Mesir awal bulan ini dengan membawa imigran yang melarikan diri dari wilayah konflik seperti Suriah, Palestina dan Sudan.

Ia menambahkan, berdasarkan keterangan dua warga Palestina yang selamat, kapal itu tenggelam setelah ditabrak dengan sengaja oleh kapal milik komplotan yang diduga melakukan perdagangan manusia. Hal itu terjadi setelah sebelumnya sempat terjadi konfrontasi kekerasan dan konflik antara komplotan dan para imigran karena imigran menolak ketika hendak dipindahkan ke kapal yang lebih kecil.


Tak lama setelah ditabrak, kapal pembawa ratusan imigran itu pun oleng dan segera tenggalam. Danya ada sekitar sembilan orang yang diyakini selamat. Beberapa diantaranya segera diangkut dengan helikopter untuk mendapatkan perawatan di Yunani.

Insiden serupa juga terjadi pada Senin pagi (15/9) ketika puluhan orang tewas saat sebuah kapal yang membawa 250 warga Afrika berhasil ditangkap bahkan sebelum meninggalkan Libya menuju Eropa.

Daily Mail mengabarkan, jumlah pengungsi membengkak setelah ribuan orang melarikan diri dari negaranya yang berkonflik sepertid i Suriah, Irak, dan sejumlah negara lainnya di Timur Tengah dan Afrika. Tidak sedikit dari mereka yang berupaya menyelundup masuk ke kawasan Eropa atau negara lainnya untuk menjadi penghidupan yang lebih aman.

Menurut catatan badan penangana pengungsi PBB, sejak awal tahun ini ada hampir 110 ribu orang yang telah berhasil diselamatkan saat hendak bermigrasi dengan menggunakan perahu yang tidak aman. Namun tercatat ada setidaknya 1.889 orang yang tercatat tewas karena melakukan perjalanan berbahaya melalui laut itu. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya