Berita

pasukan penjaga perdamaian pbb/net

Dunia

PBB Tarik Pasukannya dari Dataran Tinggi Golan di Sisi Suriah

SELASA, 16 SEPTEMBER 2014 | 10:02 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

PBB menarik pasukannya dari wilayah Dataran Tinggi Golan yang dikendalikan oleh Suriah pada Senin (15/9).

Penarikan tersebut, menurut keterangan yang dirilis PBB, dilakukan karena lingkungan tersebut dinilai memiliki tantangan yang besar terutama dari kelompok pemberontak bersenjata.

Pantauan CNN, terdapat belasan kendaraan PBB yang melintasi wilayah perbatasan di Dataran Tinggi Golan yang dikendalikan Israel. Penarikan pasukan itu sendiri dilakukan PBB beberapa pekan setelah terjadi insiden penyanderaan puluhan pasukan penjaga perdamaiannya oleh kelompok pemberontak dari wilayah Suriah.


Selang seminggu kemudian, kelompok pemberontak Al-Nusra Front kemudian membebaskan 45 pasukan penjaga perdamanan PBB asal Fiji. Mereka dikabarkan dalam kondisi yang baik.

Sedangkan pasukan yang berasal dari Filipina berhasil melarikan diri ketika baku tembak terjadi dengan kelompok militan.

Insiden penyanderaan itu terjadi setelah kelompok pemberontak Suriah mengambil kendali satu-satunya jalur perbatasan antara Suriah dan Israel itu, tepatnya di kota Quneitra Suriah akhir Agustus lalu.

Diketahui, PBB telah menempatkan pasukan perdamaiannya di Dataran Tinggi Golan sejak tahun 1974, menyusul negosiasi antara Israel dan Suriah untuk mengurangi ketegangan dan berbagi perbatasan. Israel sendiri telah menduduki sebagian wilayah itu setelah merebutnya selama perang 1967 dengan Mesir, Yordania, dan Suriah.

PBB menempatkan setidaknya 1.250 pasukan penjaga perdamaian yang berasal dari enam negara, yakni Fiji, Filipina, India, Nepal, Irlandia, dan Belanda di wilayah itu. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya