Berita

Dunia

Topan Kalmaegi Masih Sapu Sebagian Wilayah Filipina

SENIN, 15 SEPTEMBER 2014 | 15:20 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Topan Kalmaegi masih bertiup secara cepat dari wilayah utara Filipina pada Senin (15/9). Tiupan topan yang terjadi sejak akhir pekan kemarin itu memicu terjadinya gelombang pasang, banjir bandang serta tanah longsor.

Menurut biro cuaca pemerintah Filipina, mata topan berada di atas Laut China Selatan, sekitar 372 kilometer sebelah barat laut kota Laoag sebelum tengah hari dan bergerak dengan kecepatan 30 kilometer per jam. Topan tersebut memicu terjadinya angin berkelanjutan dengan kecepatan 120 kilometer per jam dengan hembusan 150 kilometer per jam.

Tiupan angin topan tersebut menyebabkan sejumlah sekolah di lima wilayah Filipina terpaksa ditutup sementara. Bukan hanya itu, transportasi umum metropolitan Manila juga terpaksa diberhentikan sementara, belasan jadwal penerbangan dibatalkan dan ratusan kapal terpaksa dirapatkan ke dermaga.


Demi menghindari jatuhnya korban jiwa, dikabarkan Associated Press, sekitar 7.800 warga dievakuasi ke tempat penampungan yang dinilai aman dari sapuan topan sejak akhir pekan kemarin. Namun sebagian dari mereka ada yang sudah kembali ke rumahnya karena menilai cuaca telah membaik.

Pada Sabtu (13/9), topan memicu terjadinya gelombang besar yang menyebabkan pelayaran di provinsi Leyte Selatan terganggu. Setidaknya tiga orang dinyatakan tewas ketika sebuah  kapal fery terhempas gelombang.

Kemudian topan Kalmaegi, bergerak ke wilayah timur laut provinsi Cagayan dan Isabela pada Minggu (14/9). Namun tidak dilaporkan adanya kerusakan besar ataupun korban jiwa.

Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan pra-strategis Filipina menyiagakan bantuan makanan serta sejumlah personil militer, perahu karet, truk, serta helikopter bila sewaktu-waktu diperlukan untuk penyelamatan. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya