Berita

david cameron/net

Dunia

PM Inggris: ISIS Bukan Muslim, Melainkan Monster

SENIN, 15 SEPTEMBER 2014 | 12:14 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perdana Menteri Inggris David Cameron berang setelah seorang warga negaranya yang bekerja untuk sebuah lembaga bantuan menjadi korban eksekusi kelompok militan ISIS dalam video terbaru yang dirilis akhir pekan lalu.

"Fakta bahwa seorang pekerja bantuan diculik, ditahan, dan dibunuh secara brutal di tangan ISIS meringkas apa yang organisasi ini tegakkan," kata Cameron pada Minggu (14/9).

Ia menggarisbawahi, kelompok militan yang menggaungkan diri untuk mendirikan kekhalifahan di wilayah Irak dan Suriah itu sejatinya bukanlah Muslim ataupun bagian dari Islam.


"Mereka membanggakan kebrutalan mereka, mereka mengklaim melakukan hal ini atas nama Islam, itu omong kosong. Islam adalah agama damai. Mereka bukanlah Muslim, mereka monster," sambungnya.

Pernyataan Cameron itu dikeluarkan beberapa jam setelah video yang menunjukkan eksekusi pekerja bantuan Inggris bernama David Haines dirilis oleh ISIS. Dalam video ditunjukkan, sebelum kematiannya, Haines membaca sebuah pernyataan tertulis yang menyebut bahwa Cameron sepenuhnya bertanggungjawab atas pembunuhan yang akan datang.

"Anda memasukkan secara sukarela ke dalam koalisi dengan Amerika Serikat terhadap Negara Islam (ISIS), sama seperti yang dilakukan pendahulu anda, Tony Blair. Anda mengikuti tren di antara Perdana Menteri Inggris yang tidak dapat menemukan keberanian untuk mengatakan tidak kepada Amerika," kata Haines.

Sementara itu Cameron memastikan bahwa koalisi yang dijalin Inggris dengan Amerika Serikat dilakukan untuk menghancurkan ISIS yang dinilainya telah menjadi ancaman global.

"Kami tidak akan melakukannya sendiri, melainkan bekerja sama dengan sekutu kami, bukan hanya Amerika Serikat dan Eropa, tapi juga dikawasan yang terkena ancaman, Timur Tengah," ucap Cameron dikabarkan Associated Press.

Diketahui, pekerja bantuan berusia 44 tahun itu diculik ketika menjalankan tugasnya di Suriah pada tahun 2013 lalu.

Setelah tidak diketahui keberadaannya, Haines muncul dalam video eksekusi ISIS terbaru. Video itu tak jauh berbeda dengen video-video sebelumnya yang dirilis ISIS, seperti eksekusi wartawan Amerika Serikat james Foley dan Steven Sotloff. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya