Berita

isis ilustrasi/net

Dunia

Satukan Koalisi, Puluhan Menlu Bahas ISIS di Paris

SENIN, 15 SEPTEMBER 2014 | 11:08 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Menteri Luar negeri Amerika Serikat John Kerry akan bertemu dengan menteri luar negeri sejumlah negara lainnya untuk membahas soal bagaimana cara melawan kelompok militan ISIS di Paris hari ini (Senin, 15/9).

Pertemuan itu digelar setelah Amerika Serikat menjalin koalisi dengan sekitar 40 negara, termasuk 10 negara Arab yakni Mesir, Irak, Yordania, Lebanon, Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab untuk berkomitmen satukan misi melawan ISIS yang terus bergerilya di wilayah Irak dan Suriah.

Sejumlah negara Arab, menurut keterangan pemerintah Amerika Serikat, telah menawarkan diri untuk ikut melakukan serangan udara untuk melawan ISIS, seperti yang telah dilancarkan terlebih dahulu oleh Amerika Serikat.


Pertemuan di Paris hari ini, dikabarkan BBC akan fokus bukan hanya untuk membahas koalisi soal bagaimana rencana melawan ISIS, melainkan juga untuk menghentikan dukungan dari warga asing yang ingin bergabung, memotong aliran dana, dan melawan ideologinya.

Diketahui, Amerika Serikat telah melancarkan sekitar 160 serangan udara ke wilayah Irak sejak beberapa pekan lalu demi meredam ulah ISIS yang menduduki sejumlah wilayah di negara itu.

Namun alih-alih mereda, ulah ISIS semakin brutal, bukan hanya dengan melakukan penyerangan kepada warga Irak, tapi juga kepada warga negara asing yang menjadi tahanan. Hal itu terlihat dari sejumlah video eksekusi yang dirilis kelompok militan itu, seperti eksekusi wartawan Amerika Serikat James Foley dan Steven Sotloff, serta video eksekusi terbaru warga negara Inggris David Haines.

CIA sendiri pekan lalu memperkirakan, ISIS saat ini telah memiliki lebih dari 20 ribu pejuang yang bukan hanya berasal dari negara-negara Arab, tapi juga dari negara-negara Barat. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya