Berita

ilustrasi/net

PPP Harus Memformat Ulang Arah Koalisi Baru

SENIN, 15 SEPTEMBER 2014 | 10:57 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di bawah kepemimpinan sementara Emron Pangkapi harus mereposisi sikap PPP yang banyak madaratnya jika bergabung ke koalisi Merah Putih.

"PPP harus menjadi penentu diantara kubu pendukung Jokowi-JK yang banyak didukung rakyat serta media dan kubu Prabowo-Hatta yang terkesan tidak legowo menerima kekalahan di pilpres kemarin. PPP harus cerdik mengelola konflik menjadi benefit politik," kata pengamat komunikasi politik, Ari Junaedi, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 15/9).

Menurut pengajar Program Pascasarjana di Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Diponegoro (Undip) ini, PPP kemarin kurang beruntung bahkan sangat tidak pandai ketika pilihan politiknya di pilpres lebih mengedepankan pragmatisme. Elit-elit PPP seperti Suryadharma Ali mengubur dirinya sendiri dan PPP ke dalam kubangan masalah.


"Sudah menjadi tersangka kasus Haji, ditambah lagi menjadi juru kampanye habis-habisan calon presiden partai lain," ungkap ari, yang juga dosen tamu di Univercidade Timor Leste.

Ari menilai, PPP belum terlambat melakukan ubah haluan. Bergabung bersama PDIP, PKB, Nasdem, dan PKPI menjadi pilihan yang paling realitis dan logis. Sementara menemani Demokrat sebagai kekuatan penyeimbang dan tidak bergabung dengan kubu Merah Putih atau Jokowi-JK jauh lebih terhormat.

"Apa mungkin PPP bermain di luar pagar mengingat selama ini PPP merasa nyaman berada di dalam rezim?" demikian Ari. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Produk Impor Masuk Indonesia Wajib Sehat dan Halal

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:14

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Jemaah Haji Aceh Bisa Akses Ruang VIP Bandara

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:28

Ashari Menghilang, Belum Ditangkap Polisi

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:16

Ambulans Angkut Jenazah Hantam Truk, Dua Orang Tewas

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:33

Purbaya Siapkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:24

Rumah di Grogol Petamburan Dilalap Api

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:01

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

Senin, 04 Mei 2026 | 23:35

Tiga Jam Operasional KRL Rangkasbitung Lumpuh

Senin, 04 Mei 2026 | 23:20

Selengkapnya