Berita

tb hasanuddin/net

POLEMIK RUU PILKADA

Jenderal TB Hasanuddin: SBY Terbukti Masih Peragu!

SENIN, 15 SEPTEMBER 2014 | 07:52 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Rakyat sudah jelas menolak RUU Pilkada, yang memuat mekanisme pemilihan kepala daerah kembali diserahkan kepada DPRD.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi I, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin. TB Hasanuddin juga mengatakan, selama masa pemerintahan 10 tahun belakangan ini, Pilkada yang dilaksanakan secara langsung berjalan baik-baik saja. Bahwa kemudian ada dampak negatifnya, memang sudah seharusnya secara bersmna-sama memperbaikinya, dan bukan malah mengubah sistem.

"Sekarang ini rakyat menungggu keputusan Presiden SBY," kata TB Hasanuddin, yang merupakan politisi PDI Perjuangan, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 15/9).


TB Hasanuddin juga mengutip sikap Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi yang cenderung pada Pilkada langsung dan pernyataan Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin yang merasa yakin SBY akan berpihak pada akal sehat. Penjelasan Gamawan dan Amir dalam sebuah harian umum nasional hari ini tersebut terkait sikap SBY yang bertentangan dengan sikap partainya.

"Sehingga saya yakin dan percaya SBY masih tetap saja menjadi seorang peragu. Saatnya sekarang SBY menentukan pilihan seperti yang disampaikan Gamawan Fauzi. Pilihan Pilkada langsung adalah pilihan kehendak rakyat. Masak mau ragu-ragu terus. sebentar lagi sudah selesai Presiden," ungkap TB Hasanuddin.

TB Hasanuddin menambahkan, rakyat akan sangat menghormati SBY bula tidak salah jalan. TB juga mengingatkan SBY, jangan jangan di akhir jabatan yang tinggal beberapa hari ini lagi malah bikin rakyat kecewa. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya