Berita

joko widodo/net

Pesan Kunci

Kesempatan Emas Jokowi

MINGGU, 14 SEPTEMBER 2014 | 07:25 WIB | OLEH: HENDRI SATRIO

OKTOBER 2014 adalah sejarah bagi Jokowi, sejarah bagi rakyat, sejarah bagi Indonesia. Kelak inilah saatnya Indonesia dipimpin presiden ke 7, Ir. Joko Widodo.

Adalah wajar bila saya dan seluruh rakyat Indonesia menitipkan segudang mimpi dan harapan pada Jokowi untuk membawa Indonesia menuju kondisi yang lebih baik. Hal lumrah karena Jokowi selama ini dianggap sebagai pemimpin yang mewakili ‎kondisi rakyat dan datang dari rakyat.

Program-program Jokowi saat menjadi walikota Solo dan Gubernur Jakarta diharapkan dapat diterapkan secara nasional. Bahkan ide-ide Jokowi yang sebelumnya terhambat lantaran terbentur kebijakan nasional dapat segera dilaksanakan.


Revitalisasi, penataan pasar tradisional serta penerapan kartu sehat d‎an kartu pintar yang menjadi ciri khas Jokowi selama menjadi pimpinan daerah memiliki peluang besar untuk dilaksanakan dengan skala yang lebih besar.

Mobil Nasional, Esemka yang menjadi flagship Jokowi seharusnya dapat hidup dan meramaikan industri otomotif nasional. Esemka yang mendongkrak pamor Jokowi ini mungkin bisa digadang jadi alternatif kendaraan penghubung pedesaan atau ‎bahkan mobil dinas setingkat Menteri.

Ide transportasi massal bermartabat seperti monorel, metro kapsul atau tol laut dapat diwujudkan.

Saya yakin pasti Jokowi bisa dan ini adalah kesempatan emas untuk bisa mewujudkan semua ide besar itu. Kesempatan Emas untuk Jokowi dan Indonesia.

Oh iya, dari semua ide dan janji itu, ada satu janji yang sangat saya tunggu, skala kecil kok, janji membenahi Jakarta dari Istana.

Salam 3 jari! [***]

Penulis adalah pengamat komunikasi politik. Dapat dihubungi di akun Twitter @satriohendri.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

IRGC: Jika Netanyahu Masih Hidup, Kami Akan Memburunya

Minggu, 15 Maret 2026 | 15:44

Benarkah Membalik Pakaian Saat Dicuci Bikin Baju Lebih Awet?

Minggu, 15 Maret 2026 | 15:24

Kantor PM Israel Bantah Rumor Netanyahu Tewas

Minggu, 15 Maret 2026 | 15:12

KPK Isyaratkan Tersangka Baru dari Pihak Swasta di Skandal Kuota Haji

Minggu, 15 Maret 2026 | 14:40

KPK Endus Modus THR ke Forkopimda Terjadi di Banyak Daerah

Minggu, 15 Maret 2026 | 14:02

Zelensky Tuduh Rusia Pasok Drone Shahed ke Iran untuk Serang AS

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:51

LPSK Beri Perlindungan Darurat untuk Aktivis KontraS Korban Teror Air Keras

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:41

Trump Minta Tiongkok hingga Inggris Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:27

Serangan ke Aktivis Tanda Demokrasi di Tepi Jurang

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:20

KPK Bongkar Dugaan THR untuk Polisi, Jaksa, dan Hakim di OTT Cilacap

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:15

Selengkapnya