ilustrasi/net
ilustrasi/net
Demikian pandangan pakar ilmu politik dari Universitas Indonesia (UI), Chusnul Mariyah. Chusnul, yang sejak awal berdiskusi dengan Ryas Rasyid tentang desentralisasi, tidak terlalu setuju kalau desentralisasi di tingkat kabupaten/kota. Sebab sumber daya manusia dan sumber daya alam akan terfragmentasi bila terpecah-pecah di tingkat Kabupaten/Kota. Karena itu juga, Chusnul mendukung desentralisasi di tingkat provinsi.
"Kabupaten/kota menjadi mesin politik provinsi. Bahkan di tingkat nasional pun jauh lebih baik mengkoordinasikan 34 provinsi dari pada 500 kabupaten/kota. Jadi konsepnya provinsi diberi kewenangan yang lebih besar untuk mengelola kabupaten/ kota.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
Senin, 27 April 2026 | 03:59
Senin, 27 April 2026 | 14:16
Senin, 27 April 2026 | 21:08
UPDATE
Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02
Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40
Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32
Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22
Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18
Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09
Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09
Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08
Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40
Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40