Berita

ilustrasi/net

POLEMIK RUU PILKADA

Pilkada Langsung di Kabupaten atau Kota Tak Terlalu Penting

SABTU, 13 SEPTEMBER 2014 | 20:22 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Tidak masalah bila bupati atau walikota dipilih oleh DPRD. Namun tidak demikian dengan gubernur yang harus tetap dipilih oleh rakyat.

Demikian pandangan pakar ilmu politik dari Universitas Indonesia (UI), Chusnul Mariyah. Chusnul, yang sejak awal berdiskusi dengan Ryas Rasyid tentang desentralisasi, tidak terlalu setuju kalau desentralisasi di tingkat kabupaten/kota. Sebab sumber daya manusia dan sumber daya alam akan terfragmentasi bila terpecah-pecah di tingkat Kabupaten/Kota. Karena itu juga, Chusnul mendukung desentralisasi di tingkat provinsi.

"Kabupaten/kota menjadi mesin politik provinsi. Bahkan di tingkat nasional pun jauh lebih baik mengkoordinasikan 34 provinsi dari pada 500 kabupaten/kota. Jadi konsepnya provinsi diberi kewenangan yang lebih besar untuk mengelola kabupaten/ kota.


"Alhamdulillah Pak Ryas terakhir satu panel dengan saya sempat berbicara memang sebaiknya desentralisasi di tingkat provinsi," ungkap Chusnul.

Dengan konsep ini, lanjut Chusnul, maka memang pilkada di tingkat kabupaten/kota secara langsung menjadi tidak terlalu penting. Dengan demikian kalau pilkada bupati/wali kota diberikan kepada DPRD Kabupaten/Kota menjadi bagian dari pemikiran tentang kabupaten/kota sebagai mesin politik provinsi (political machine).

"Apalagi praktik pilkada saat ini lebih banyak mudharatnya dibanding maslahatnya," ungkap Chusnul dalam laman facebooknya, beberapa waktu lalu. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya