Berita

ILUSTRASI/NET

Beberapa Lembaga Sepakat Mau Bawa Israel ke ICC sebagai Penjahat Kemanusiaan

SABTU, 13 SEPTEMBER 2014 | 19:47 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Beberapa lembaga swadaya masyarakat Indonesia dan negara lain sepakat akan membawa Israel ke International Criminal Court (ICC) sebagai penjahat kemanusiaan.

"Hal minimal yang akan dilakukan oleh masing-masing NGO adalah akan melakukan kajian terhadap sistem peradilan mereka masing-masing apakah memungkinkan mengadili penjahat kemanusiaan Israel dinegara masing-masing secara in absentia," kata Sekjen  Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (Paham), Sylviani Abdul Hamid, beberapa saat lalu (Sabtu, 12/9).

Menurut Sylviani, dunia akan sangat mudah membawa para pelaku kejahatan kemanusiaan ke ICC apabila pelaku kejahatan kemanusiaan berasal dari negara berkembang seperti negara-negara di Afrika, namun akan sangat sulit apabila pelakunya adalah Israel ataupun Amerika. Padahal kedua negara ini kerap melakukan pelanggaran kemanusiaan dalam setiap misi perdamaian yang mereka usung bahkan.


"Bahkan kedua negara ini saling melindungi bagaikan simbiosis mutualisme," tegas Sylviani Abdul Hamid yang pernah datang ke Gaza pada tahun 2010 dalam rombongan Viva Palestin V ini.

Ia pun menegaskan kejahatan yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina sudah melanggar Convention on the Prevention and Punisment of the Crime of Genocide 1948 dimana Genosida masuk dalam Jurisdiksi dari International Crimanal Court (ICC) sebagaimana diatur dalam Statuta Roma 1998. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya