Berita

prabowo-ahok/net

Mungkinkah Ahok Sedang Bermain Drama dengan Gerindra

SABTU, 13 SEPTEMBER 2014 | 16:52 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Bila perlu, drama politik itu dipentaskan begitu memukau. Maka tak tak jarang, motif di balik panggung politik itu baru diketahui kemudian hari, atau bahkan di kemudian bulan atau tahun.

Begitu keyakinan sementara orang yang percaya ada politik di balik politik, atau deep politic. Deep politic adalah faktualisasi atau obyektifikasi bagi sementara orang yang mau meyakinan pihah-pihak yang tak percaya teori konspirasi. Sebab bagi sementara orang, teori konspirasi itu seksi namun cuma imajinasi.

Dengan kerangka dan paradigma deep politic ini, ada sementara orang yang percaya Basuki Tjahja Purnama sedang bermain drama. Lawan main drama Ahok, begitu Basuki disapa, tak lain adalah Gerindra. Panggungnya adalah RUU Pilkada. Penontonnya adalah publik Indonesia, terutama yang terlanjur percaya Ahok memang kutu loncat.


Tujuan drama yang dimainkan adalah mengisi kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Dengan drama ini, Gerindra mau mengatakan, Ahok bukan lagi representatif Gerindra, sehingga Gerindra punya hak juga mengajukan wakil gubernur baru, bukan hanya PDI Perjuangan.

Dengan panggung semacam ini, Gerindra punya tiga kemenangan. Mendapat gubernur, mendapat wakil gubernur, dan juga mengganggu posisi Jokowi di pentas nasional. Untuk kemenangan poin ketiga memang perlu penjelasan lebih detail lagi karena harus disertai dengan variabel yang lain.

Begitulah keyakinan sementara orang, yang juga begitu percaya tak mungkin Ahok berani melawan Prabowo. Tentu saja bisa benar, bisa juga tidak. Namun satu hal yang pasti, politik selalu dramatik dengan melahirkan korban kaum-kaum fanatik yang memandang politik selalu hitam dan putih. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya