Berita

tony abbott/net

Dunia

Tony Abbot: Australia Tingkatkan Kewaspadaan Bukan Berarti Akan Diserang

SABTU, 13 SEPTEMBER 2014 | 15:37 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

RMOL.  Pemerintah Australia meningkatkan kewaspadaan terornya ke level "high" (tinggi). Kebijakan ini untuk pertama kalinya dilakukan sejak diterapkannya sistem peringatan nasional tahun 2003 lalu. Namun, hal itu bukan berarti serangan teror sudah dekat.

Hal itu kembali ditegaskan Perdana Menteri Australia, Tony Abbott, sehari setelah ia meningkatkan peringatan teror kemarin (Jumat, 12/9).

Tony Abbott menjelaskan bahwa hal itu dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kemungkinan peningkatan potensi serangan teroris di Australia.


"Orang-orang harus melanjutkan kehidupannya secara normal. Kami meyakinkan bahwa peningkatan peringatan ini dilakukan untuk mendeteksi, mencegah dan menanggapi terorisme," kata Abbott dalam sebuah pernyataan hari ini (Sabtu, 13/9), seperti dikutip dari media Australia, Sydney Morning Herald.

"Pemerintah tengah mengambil tindakan sehingga Anda dapat terus menjalani kehidupan. Yakinlah bahwa segala sesuatu yang sedang (kami) lakukan untuk melindungi Anda," lanjutnya.

Abbott menegaskan bahwa badan keamanan nasional selalu bekerja secara diam-diam "di balik layar", serta tengah mengambil langkah-langkah yang meminimalisir kegiatan teroris di Australia.

"Pihak kepolisian terus meningkatkan keamanan di bandara, pelabuhan, pangkalan militer, gedung-gedung pemerintah, dan acara-acara besar," ungkapnya.

Terkait dengan ancaman teror dari kelompok radikal ISIS, diyakini, sekitar 50 hingga 60 warga Australia telah bergabung dalam kelompok militan yang dibentuk Abu Bakr Al Baghdadi itu.

Melihat potensi ancaman itu, Abbott juga mendesak kepada semua orang untuk menghubungi pihak berwenang jika mereka melihat sesuatu yang mencurigakan. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya