Berita

paus fransiskus/net

Dunia

Jangan Jadikan Kunjungan Paus Fransiskus Sebagai Alat Politik

SABTU, 13 SEPTEMBER 2014 | 13:54 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Uskup Agung Sri Lanka mendesak Presiden Sri Lanka, Mahinda Rajapaksa, untuk tidak mempolitisasi kunjungan Paus Fransiskus pada bulan Januari mendatang di tengah suasana pemilihan presiden.

Uskup Agung Ranjith Malcolm meminta pemerintahan Rajapaksa tidak menggunakan kunjungan Paus pada 13-15 Januari mendatang sebagai alat politik.

"Kami memberitahu Presiden bahwa tidak tepat jika seorang Paus mengunjungi negara yang ada di tengah-tengah kampanye pemilu. Kunjungan tidak boleh digunakan sebagai alat politik oleh pemerintah,
atau oposisi, atau orang lain dalam hal ini," kata Uskup Agung Ranjith di ibukota Sri Lanka, Kolombo.

atau oposisi, atau orang lain dalam hal ini," kata Uskup Agung Ranjith di ibukota Sri Lanka, Kolombo.

Meski mayoritas penduduk Sri Lanka memeluk agama Hindu, tetapi negara itu memiliki 7,5 persen penduduk beragama Kristiani sehingga kunjungan Paus dianggap bisa mempengaruhi dukungan publik di pemilihan presiden.

"Pemerintah harus memastikan bahwa kunjungan (Paus) bebas dari politik," lanjut Uskup Agung Ranjith.

Rencananya, Paus dijadwalkan akan melakukan perjalanan ke sebuah pulau bekas zona perang dan melakukan misa di sebuah gereja yang mengalami kerusakan saat pertempuran antara tentara pemerintah dan pemberontak Tamil. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya