Berita

Malala Yousafaizai/net

Dunia

Pakistan Tangkap Dalang Penembakan Malala Yousafaizai

SABTU, 13 SEPTEMBER 2014 | 10:22 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Militer Pakistan berhasil menangkap militan bersenjata yang terlibat dalam penembakan terhadap seorang pelajar, Malala Yousafaizai di dekat wilayah lembah Swat pada tahun 2012 lalu.

Juru bicara militer Pakistan, Mayor Jenderal Asim Bajwa dalam konferensi pers (Jumat, 12/9) menyebut, dalam serangan militer yang dilancarkan di wilayah utara Waziristan, pihaknya berhasil menangkap sejumlah militan termasuk komandan kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) yakni Mullah Fazlullah atau yang dikenal dengan nama Mullah Radio. Ia merupakan dalang di balik serangan terhadap Malala pada 9 Oktober 2012 lalu.

"Zafar Iqbal yang menjalankan sebuah toko furniture di Swat adalah kepala kelompok yang terlibat dalam serangan terhadap Malala. Ia mengikuti instruksi dari Fazlullah," kata Bajwa.


"Militan yang ditangkap telah mengakui bahwa Mullah Fazlullah adalah dalang dari serangan itu," sambungnya dikutip Times of India.

Bajwa juga menambahkan, penangkapan itu dilakukan menyusul informasi yang dikumpulkan dari penangkapan seorang militan lainnya yang telah ditangkap terlebih dahulu yakni Israrur Rehman.

Diketahui, Malala ditembak di bagian kepala oleh kelompok Taliban itu dalam perjalanan ke rumah dari sekolahnya. Pasca penambakan, kelompok tersebut juga membakar bus sekolah yang membawa rekan-rekannya.

Malala yang tertembak di bagian kepala segera dilarikan ke Inggris untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut setelah mendapatkan perawatan awal di Pakistan. Nyawa Malala pun berhasil diselamatkan dan kondisinya kembali pulih.

Nama Malala sendiri mulai dikenal secara global setelah mulai menulis blok sejak tahun 2009 untuk BBC tentang ancaman yang dihadapi oleh dirinya dan siswa lainnya dari Taliban. Ia semakin dikenal pasca penembakan oleh Taliban tersebut karena dinilai berani membela hak untuk mendapatkan pendidikan. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya