Berita

john kerry/net

Jamin Dukungan Eropa dan Arab Lawan ISIS, AS Tak Ajak Iran

SABTU, 13 SEPTEMBER 2014 | 09:34 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry menilai, tidak tepat bila Iran bergabung dengan pembicaraan soal upaya untuk menghadapi kelompok militan ISIS yang akan digelar di Paris Senin pekan depan (15/9).

Pasalnya, Kerry menuding Iran sebagai negara yang mensponsori teror dan mendukung rezim Suriah.

"Dalam keadaan, pada saat ini, tidak tepat atas sejumlah alasan. Tidak tepat mengingat banyak isu lain yang berada di meja Suriah dan di tempat lain," kata Kerry dalam konferensi pers yang digelar di Ankara Turki pada Jumat (12/9).


Kunjungan Kerry ke Turki itu sendiri dilakukan untuk memastikan dukungan dari Turki atas kampanye serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat untuk melawan ISIS di wilayah Irak.

Dalam kesempatan yang sama Kerry mengaku yakin dapat membangun koalisi internasional baik di negara-negara Eropa ataupun negara-negara Arab untuk mendukung kampanye Amerika Serikat melawan ISIS.

Sehari sebelumnya, Amerika Serikat telah mendapatkan dukungan dari 10 negara Arab, yakni Mesir, Irak, Yordania, Lebanon dan enam negara Teluk.  

"Saya senang koalisi menjadi luas negan negara-negara Arab, negara-negara Eropa, Amerika Serikat dan lainnya," kata Kerry tanpa menjelaskan lebih lanjut soal peran masing-masing negara pendukung dalam melawan ISIS.

"Pada waktu yang tepat, setiap peran akan ditata secara rinci," sambungnya dikutip Reuters.

Diketahui, Amerika Serikat membangun koalisi sejak melancarkan kampanye serangan udara ke wilayah Irak pada bulan lalu. Sebelum ke negara-negara Arab, Amerika Serikat telah memastikan dukungan dari negara-negara Sekutunya di Eropa dan NATO. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya