Berita

harimau/net

Dunia

Bahas Harimau, 13 Negara Ini Bertemu di Bangladesh

JUMAT, 12 SEPTEMBER 2014 | 15:33 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perwakilan pemerintah dari 13 negara tang memiliki populasi harimau atau dikenal dengan istilah Tiger range Countries (TRC) akan menggelar pertemuan di Dhaka Bangladesh pada tanggal 13 hingga 16 September esok.

Perlu diketahui, ketigabelas negara yang tergabung dalam TRC itu adalah Bangladesh, Bhutan, Cina, Kamboja, India, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Rusia, Thailand dan Vietnam.

Dalam pertemuan bertemuan bertajuk The 2nd Stocktaking Conference of The Global Tiger Recovery Program (GTRP) di Dhaka digelar untuk mengevaluasi kemajuan bersama ketigabelas negara dalam proses mencapai tujuan untuk menggandakan populasi harimau pada tahun 2022 mendatang atau yang dikenal dengan istilah Tx2.


Pertemuan itu sekaligus bentuk lanjutan dari kesepakatan Tiger Summit di St.Petersburg Rusia pada tahun 2010 lalu. Saat itu, TRC menyetujui rencana global pemulihan populasi harimau.  

"Kita sudah hampir mencapai sepertiga jalan menuju target penggandaan populasi harimau," kata WWF Tiger Alive Initiative Leader, Mike Baltzer dalam rilis yang diterima redaksi (Jumat, 12/9).

WWF sendiri bertepatam dengan Global Tiger Day yang diperingati 29 Juli lalu menyerukan kepada seluruh negara TRC untuk menghitung jumlah populasi harimau masing-masing. Sehingga angka perkiraan populasi dapat diperbaharui. WWF juga menggarisbawahi, ancaman paling berbahaya bagi harimau saat ini adalah maraknya perburuan liar. Sepanjang tahun 2000 hingga 2014, menurut statistik dari jaringan pemantau perdagangan satwa liar TRAFFIC, setidaknya ada 1590 harimau yang telah disita.

"Banyak pihak yang membantu dan berperan dalam upaya menggandakan populasi Harimau Sumatera di Indonesia, terutama dari kalangan masyarakat madani. Namun untuk mencapai target Tx2, pemerintah dan masyarakat harus lebih serius mendukung komitmen ini," kata Direktur Sumatera dan Borneo WWF Indonesia Anwar Purwoto.

"WWF-Indonesia siap mendorong tumbuhnya komitmen Tx2 yang lebih kuat di Indonesia, khususnya di pemerintahan baru," tandasnya. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya