Berita

net

Politik

KAMMI: Mengembalikan Pilkada ke DPRD Mencegah Kematian Demokrasi Pancasila

JUMAT, 12 SEPTEMBER 2014 | 13:47 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menyatakan dukungan kepada DPR untuk mengembalikan Pemilihan Kepala Daerah kepada DPRD.

Ketua Umum KAMMI, Andriyana, dalam siaran pers hari ini (12/9) mengatakan, hak Pemilihan Kepala Daerah yang dikembalikan kepada DPRD akan menyelamatkan masa depan Demokrasi Pancasila.

Menurut Andriyana, Demokrasi Indonesia adalah Demokrasi Pancasila sebagaimana amanat Pancasila Sila Keempat. Yaitu, demokrasi yang melalui "Sistem Permusyawaratan Perwakilan" dan bertujuan menjaga keutuhan NKRI dan kepentingan nasional bangsa Indonesia. Bukan demokrasi liberal yang sarat transaksi uang dan kekuasaan yang berujung pada penjajahan politik dan ekonomi yang dilakukan oleh kepentingan asing melalui kekuatan modal dan media massa.


"Mengembalikan Pilkada ke DPRD adalah solusi mencegah demokrasi liberal yang mengancam ideologi Pancasila dan kepentingan nasional bangsa Indonesia," tegas Andri.

Andriyana menambahkan tiga alasan mengapa Pilkada harus dikembalikan ke DPRD demi menyelamatkan Demokrasi Pancasila di Indonesia. Alasan pertama, mengembalikan implementasi Demokrasi Pancasila pada tempat yang sesuai dengan Pancasila Sila Keempat. Demokrasi Pancasila mengedepankan Permusyawaratan Perwakilan. DPRD adalah representasi suara rakyat, sehingga Kepala Daerah yang dipilih oleh DPRD merupakan representasi suara Rakyat.

Kedua, Pilkada langsung adalah demokrasli liberal yang menjadi pintu masuk bagi kepentingan asing yang mengancam ideologi Pancasila, keutuhan NKRI dan kepentingan nasional.

"Kepentingan asing dan 'aseng' yang menguasai modal telah menguasai dan menghegemoni pula Pilkada dengan kekuatan media massa, politik uang, dan lembaga survei abal-abal mereka," tegasnya.

Menurutnya, semakin banyak kepala daerah terpilh karena telah menghabiskan modal besar yang diperoleh dari para cukong dan pengusaha hitam. Dia memandanganya sebagai lonceng kematian bagi Demokrasi Pancasila karena loyalitas para kepala daerah milik cukong dan pengusaha hitam. Sedangkan alasan ketiga, lanjut Andriyana, Pilkada lewat DPRD mengembalikan nalar sehat rakyat Indonesia yang kini terjangkit virus pragmatisme akibat transaksi jual beli suara massif di Pilkada.

"Kita patut cemas dan sedih melihat banyaknya broker suara dan tidak sedikit rakyat yang memperjualbelikan suara mereka. Ini akibat Pilkada yang bertabur uang. Para pendiri bangsa tentu sangat sedih bila melihat praktik jual beli suara yang sangat masif," imbuh Andriyana. [ald] 

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya