Berita

sby/net

Siapa yang Dituduh SBY Mengadudomba Ia dengan Jokowi

JUMAT, 12 SEPTEMBER 2014 | 09:59 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Presiden SBY merasa diadudomba dengan Jokowi terkait dengan pengadaan kendaraan pejabat negara Mercedez Benz oleh Sekretariat Negara.

Menariknya, pernyataan SBY ini disampaikan saat membuka rapat terbatas di Istana Presiden. Hadir dalam rapat ini di antaranya Menko Perekonomian Chairul Tanjung, Menko Kesra Agung Laksono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menteri Keuangan Chatib Basri, Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan, Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutarjo; dan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.

Pertanyaan publik, siapa yang dituduh mau mengadudomba ia dengan Jokowi tersebut?


Direktur Eksekutif Pusat Kajian Trisakti,  Fahmi Habsyi, Rabu lalu (10/9), mengatakan bahwa keenganan pemerintahan SBY membatalkan pengadaan Mercedez Benz untuk menteri Jokowi merupakan bukti implisit bahwa SBY tidak sepenuh hati ingin bekerjasama dengan Jokowi dalam proses transisi yang sedang dilakukan bersama kedua belah pihak. Ia mengatakan penolakan Jokowi atas pengadaan itu tidak digubris oleh Mensesneg Sudi Silalahi yang tetap ngotot agar menteri Jokowi-JK menggunakan mobil mewah.

Fahmi mengungkapkan komitmen Jokowi-JK untuk melakukan efisiensi dalam penggunaan anggaran selektif  adalah prioritas utama pemerintahan Jokowi-JK di tengah beban fiskal sebagai bentuk empati publik dan sikap sense of crisis yang jika pengadaan tidak dibatalkan menempatkan Jokowi berhadapan dengan rakyat yang harus bersiap menghadapi kenaikan BBM.

Perlu dicatat, Pusaka Trisakti merupakan lembaga think thank untuk mengawal visi-misi kabinet Jokowi-JK yang berisikan orang-orang yang dianggap mewakili kelompok Jokowi dan JK. Fahmi sendiri dikenal die hard Jokowi dan  salah satu  penggerak deklarasi kader dan simpatisan PDI P Projo (Projo)  21 Desember 2013 yang secara terbuka sejak awal mengambil sikap dan mengorganisasi dukungan arus bawah  PDI Perjuangan untuk mencapreskan Jokowi sebagai Presiden .

Kembali ke persoalan, Fahmi menjelaskan curahan hati dan komplain SBY terhadap Tim Transisi pada Jumat 5 September lalu menegaskan bahwa program dan kebijakan masih tetap tanggung jawab SBY hingga 20 Oktober nanti.  Hal ini  membuktikan agenda Jokowi tidak bisa dipaksakan selama SBY masih menjabat.

Di luar itu, ada penilaian juga, Tim Transisi tidak serius memperjuangkan harapan Jokowi-JK dan mengambil "jalan aman" untuk tidak membahas dengan Sekneg  membatalkan pengadaan Mercedez  dikarenakan khawatir dianggap mengintervensi kebijakan SBY setelah Tim Transisi disemprot SBY pada 5 September lalu itu.  Dalam hal ini, bila penolakan Jokowi atas pengadaan Mercy yang sederhana itu saja  tidak bisa dikomunikasikan Tim Transisi kepada pemerintahan SBY apalagi memperjuangkan agenda Jokowi-JK lainnya.

Lalu kembali ke pertanyaan di awal, siapa sebenarnya  yang dituduh SBY mengadudomba ia dengan Jokowi? [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya