Berita

Politik

Pilkada Lewat DPRD Berpotensi Bangkitkan Demokrasi Gaya Orde Baru

KAMIS, 11 SEPTEMBER 2014 | 03:02 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemilihan Kepala Daerah melalui mekanisme parlemen berpotensi membangkitkan kembali sistem demokrasi era Orde Baru, yang menyuburkan praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Sistem Demokrasi Orde Baru yang suskes dijalankan oleh rezim Soeharto terbukti memberangus sistem demokrasi yang melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.

Demikian pandangan analisis politik dan ekonomi dari Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga, menanggapi Rancangan Undang-Undang tentang Pemilihan Kepala Daerah (RUU Pilkada). Dalam RUU Pilkada yang akan disahkan DPR pada tanggal 25 September 2014 disebutkan mekanisme pemilihan Gubernur, Walikota dan Bupati dipilih oleh DPRD.
 
"Bukan tidak mungkin dengan sistem demokrasi Orde Baru, militer akan kembali bermain dalam sistem politik Indonesia melalui dwifungsi militer/TNI," kata Andy William kepada Rakyat Merdek Online (Rabu, 10/9).


Dia menilai pemilihan kepala daerah oleh DPRD akan menghambat proses demokratisasi rakyat di daerah. Dengan begitu, menurut dia, partai-partai yang mendukung mekanisme pemilihan kepala daerah oleh DPRD telah menyakiti hak rakyat dalam memilih dan dipilih. Sejauh ini, partai yang mendukung mekanisme tersebut adalah partai-partai yang mendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa sebagai capres dan cawapres pada Pilpres 9 Juli lalu.

Selain itu, menurut dia, pemilihan kepala daerah oleh DPRD akan membuat roda pemerintah di daerah tersebut tidak akan berjalan dengan baik. Selain karena akan sibuk mengamankan APBD, secara tidak langsung kepala daerah yang terpilih juga akan tersandera dengan kepentingan para elit partai dan kepentingan anggota DPRD.

"Pilkada oleh DPRD merampas hak konstitusi rakyat. Sebab, hak masyarakat untuk dipilih dan memilih akan hilang karena hanya diwakili segelintir wakil rakyat di DPRD yang merupakan representasi kekuasaan partai politik," paparnya.

Lebih lanjut Andy William menyorot sikap partai pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang mendukung pemilihan kepala daerah oleh DPRD. Mekanisme demikian, katanya, mengakibatkan partai pendukung Jokowi-Kalla sulit memenangi pemilihan kepala daerah karena hampir mayoritas anggota DPRD dikuasai partai pendukung Prabowo-Hatta yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih.

"Jadi bisa saja kepala daerah yang terpilih nanti tidak mendukung program Jokowi sebagai presiden," pungkas dia.[dem]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya