Berita

ilustrasi/net

Rencana Kenaikan Cukai Rokok 10 Persen Harus Dikaji Ulang

SELASA, 09 SEPTEMBER 2014 | 17:16 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemerintah harus betul-betul berhitung terkait rencana menaikkan cukai rokok sebesar 10 persen. Kenaikan cukai rokok justru bisa berdampak pada kehilangan sumber penerimaan negara dari cukai rokok itu sendiri.

Begitu disampaikan pengamat ekonomi Purbaya Yudhi Sadewa kepada wartawan (Senin, 9/9), menyikapi pernyataan Dirjen Bea dan Cukai, Agung Kuswandono yang akan menaikkan nilai cukai rokok pada tahun 2015. Ekonom yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) ini mengingatkan pemerintah akan rencananya tersebut, mengingat volume produksi rokok saat ini sedang menurun.

"Cukai rokok naik, otomatis elastis harga naik. Masyarakat yang biasa merokok akan mengurangi konsumsi rokok. Dari sisi kesehatan bagus, tapi kalau melihatnya sebagai salah satu sumber penerimaan negara maka hal itu tidak bagus," paparnya.


"Menurunnya produksi rokok jelas akan menurunkan perolehan cukai yang selama ini diterima negara dari pajak rokok. Jadi pemerintah harus betul-betul berhitung sebelum memutuskannya," sambung Purbaya.

Lebih jauh Purbaya meminta pemerintah lebih mencermati rencana tersebut karena berdampak pada penjualan, industri, pembeli dan jutaan karyawan yang bisa kehilangan pekerjaan akibat produsen-produsen rokok yang memutuskan menghentikan produksi.

"Dampaknya sangat jelas. Produsen tidak mau rugi sehingga merumahkan karyawan dan menutup pabrik-pabrik mereka," tukasnya.[dem]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya