Berita

net

Politik

Jokowi-JK Lupakan Kaum Buruh?

SENIN, 08 SEPTEMBER 2014 | 17:50 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Labor Institute Indonesia atau Institut Pengembangan Kebijakan Alternatif Perburuhan  berpendapat bahwa calon presiden terpilih Joko Widodo kurang memperhatikan nasib buruh.

Alasannya, dalam 22 kelompok Kerja (Pokja) pada Tim Transisi Jokowi-JK yang ada, tidak ada Pokja yang intensif membicarakan permasalahan perburuhan. Padahal dalam mendorong pertumbuhan perindustrian dan perekonomian bangsa, buruh adalah salah satu stakeholder atau pemangku kepentingan dan pendukung perekonomian bangsa.

Analis Politik dan Ekonomi Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga, yang mengatakan hal itu dalam pesan tertulis kepada wartawan, Senin (8/9).


Menurut Labor Institute Indonesia, keberadaan Pokja Ketenagakerjaan/Buruh dapat mengkaji dan mencarikan jalan keluar dari banyak sekali permasalahan perburuhan. Misalnya, dalam isu ancaman kebebasan berserikat yang datang dari oknum dan aparat, permasalahan pengupahan, permasalahan pekerja kontrak dan outsourcing, dan permasalahan jaminan sosial.

"Selain itu, bagaimana konsep ketenagakerjaan Jokowi dalam menghadapi efek daripada Pasar Tunggal ASEAN Tahun 2015 ini perlu lebih dielaborasi secara serius lewat Pokja Kantor Transisi," kata Andy William Sinaga.

Permasalahan perburuhan tidak boleh dipandang sebelah mata karena aksi buruh sewaktu-waktu dapat menciptakan instabilitas ekonomi nasional. Selain itu berbagai kelompok organisasi buruh sangat mendukung Jokowi-JK dalam Pemilihan Presiden Juli yang lalu. Kelompok buruh sepertinya ditinggalkan oleh Presiden terpilih Joko Widodo.

"Labor Institute Indonesia mendorong Presiden Jokowi agar segera membentuk Pokja Ketenagakerjaan atau Perburuhan guna mengantisipasi permasalahan-permasalahan yang timbul, seperti aksi mogok dan demonstrasi buruh dikarenakan menilai pemerintah Jokowi tidak pro kesejahteraan buruh," tandasnya. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Prabowo Joget Tabola Bale Bersama Warga Miangas

Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:08

Pengamat Nilai Kritik Amien Rais ke Seskab Teddy Masuk Ranah Privat

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:55

Perempuan Bangsa Dampingi Santriwati Korban Kekerasan Seksual di Pati

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:11

Prabowo Dorong Dialog ASEAN Hadapi Krisis Myanmar dan Konflik Perbatasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:00

ASEAN Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Hadapi Krisis Global

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:35

Konflik AS-Iran Mendorong Harga Pangan Global ke Level Tertinggi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:17

Lisa BLACKPINK Dipastikan Tampil di Opening Piala Dunia 2026

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:56

Survei NRI: Kepuasan Publik terhadap Prabowo-Gibran Tembus 80 Persen

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:45

Waspada Hantavirus dari Tikus, Ini Cara Mencegah Penyebarannya

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:33

Brimob Diterjunkan Saat Penggerebekan Judi Online Internasional di Jakbar

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:22

Selengkapnya