Berita

Zeid Ra'ad al Hussein/reuters

Dunia

Kepala HAM PBB: Pemikiran ISIS Tak Ubahnya Takfiri

SENIN, 08 SEPTEMBER 2014 | 17:13 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kepala badan penanganan masalah HAM PBB yang baru Zeid Ra'ad al Hussein menyebut, dunia saat ini perlu melindungi wanita dan kelompok minoritas yang menjadi target serangan kelompok militan ISIS di wilayah Irak dan Suriah.

"Upaya khusus sangat dibutuhkan untuk melindungi kelompok agama dan etnis, anak-anak yang berisiko direkrut paksa atau menjadi korban pelecehan seksual, serta perempuan yang telah menjadi sasaran serangan," kata mantan duta besar Yordania untuk PBB itu dalam pidato pertamanya (Senin, 8/9).

Ia juga menyebut bahwa pemerintah Irak yang baru seharusnya mempertimbangkan untuk bergabung dengan International Criminal Court (ICC) untuk menjamin akuntabilitas atas kejahatan yang dilakukan di sana.


Bukan hanya itu, Zeid juga menggambarkan ISIS sebagai "takfiri", atau orang-orang yang melegalkan diri mereka sendiri untuk membunuh orang lain dan dengan mudahnya mencap orang lain murtad.

"Dalam pikiran takfiri, seperti yang kita saksikan di Nigeria, Afghanistan, Pakistan, Yemen, Kenya, Somalia, Mali, Libya, Syria, dan Irak, dan sejumlah tempat di dunia di mana mereka menyerang orang-orang tak berdosa, termasuk tragedi 9/11 di mana tidak ada cinta antar sesama manusia sehingga yang ada hanyalah pemusnahan orang-orang Muslim, Kristen, Yahudi dan lain-lain," sambung Zeid dikutip Reuters.

Selain itu ia juga menyinggung soal masalah konflik di Gaza. Ia menyerukan agar blokade Israel atas Gaza yang telah dilakukan selama tujuh tahun terakhir untuk segera diakhiri. Hal itu agar warga Gaza dan Tepi Barat dapat hidup dapat menjalani hidup dengan normal dan lebih bebas. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya