Berita

Dunia

Arab Saudi Penjarakan Enam Orang yang Mau Gabung Kelompok Militan

SENIN, 08 SEPTEMBER 2014 | 16:22 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pengadilan khusus tindak kriminal Arab Saudi memenjarakan enam orang untuk jangka waktu setidaknya enam tahun atas tuduhan pelanggaran keamanan, termasuk bepergian ke luar negeri dengan tujuan bertempur, mengadopsi ideologi militan, dan melanggar ketaan pada peraturan pada Minggu malam (7/9).

Keenamnya juga dilarang untuk bepergian dalam jangka waktu tertentu setelah dibebaskan nanti.

Arab Saudi diketahui menahan puluhan orang bulan lalu dalam uji coba keamanan nyang digelar di tengah kekhawatiran akan konflik di Irak dan Suriah yang memberikan pengaruh pada generasi muda di Arab Saudi.


Pada Februari lalu diketahui Raja Abdullah memutuskan hukuman penjara selama tiga hingga 20 tahun bagi warganya yang kedapatan bepergian ke luar negeri untuk bertempur dan bergabung dengan kelompok militan.

Selain itu Raja juga menerapkan hukuman selama lima hingga 30 tahun bagi warganya yang kedapatan memberikan dukungan baik moral ataupun material kepada kelompok militan yang telah dikategorikan sebagai kelompok ekstrimis oleh Arab Saudi.

Di antara kelompok ekstrimis yang digolongkan oleh Arab Saudi adalah al Qaeda, ISIS, Nusra Front, Ikhwanul Muslimin, Hizbullah dan gerakan Houthi Yaman.

Reuters mengabarkan, Arab Saudi telah menahan lebih dari 11 ribu orang sejak gelombang serangan melawan pemerintah dan sasaran asing yang dilancarkan oleh militan al Qaeda yang bergerilya di Afghanistan dan Irak sejak tahun 2003-2006 lalu.

Para pejabat menyebut, saat ini ada lebih dari 2.500 warga Arab Saudi yang saat ini berada di luar negeri untuk bekerjasama dengan organisasi militan.

Sebagian besar dari mereka berada di Suriah. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya