Berita

rini soemarno/net

Politisi Nasdem: Rini Soemarno Harus Klarifikasi Kelakuan Tim Transisi

SENIN, 08 SEPTEMBER 2014 | 14:09 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kepala Staf Tim Transisi, Rini Soemarno, harus mengklarifikasi secara transparan ihwal sepak terjang tim yang dipimpinnya, termasuk apa saja yang sudah dibicarakan dengan berbagai pihak di jajaran Pemerintahan SBY-Boediono. Hal ini menyusul keluhan Presiden SBY dan Menseskab Dipo Alam terkait perilaku "kegesitan" orang-orang yang mengaku dari Tim Transisi dan kemudian menimbulkan ketidaknyamanan di beberapa kementerian.

Menurut politisi Partai NasDem, Despen Ompusunggu, klarifikasi ini penting agar tidak menjadi fitnah dan syak wasangka, yang bahkan akan menyulitkan proses transisi pemerintahan dari SBY-Boediono kepada Jokowi-JK. Despen mengingatkan Tim Transisi agar bekerja secara transparan, akuntabel dan tidak melakukan deal-deal atau janji-janji kepada pejabat-pejabat existing.

"Jangan menjadi oligarki baru dan melebihi tugas, wewenang dan tanggungjawab, yang seolah punya kemampuan super menangani aneka persoalan bangsa dan negara ke depan. Apa yang dikeluhkan Presiden SBY dan Dipo Alam, tidak terlepas dari budaya tertutup yang dibangun Tim Transisi," tegas Despen beberapa saat lalu (8/9).


Menurut Fungsionaris DPP Partai NasDem ini, mekanisme rekruitmen atau penunjukan orang-orang, dengan kecenderung tertutup dan berbau KKN di Kantor Transisi Jokowi-JK, menjadi awal munculnya apatisme dan cibiran publik, khususnya terkait pelibatan personil-personil yang terindikasi buruk integritas moralnya, bahkan kerap disebut terlibat dalam praktek korupsi, mafia bisnis hingga mafia Migas, bahkan para pengkhianat SBY yang kini disebut-sebut ditampung di Kantor Transisi.

"Tim Transisi, mutlak menjaga, etika, integritas dan memelihara dukungan moral publik terhadap Jokowi-JK, sebagai pemimpin yang terpilih melalui kerja gotong royong dan kebersamaan rakyat, sehingga jangan kemudian terkesan menjadi penguasa baru dan merasa paling berhak. Rakyat menginginkan adanya transparansi, sebagai pengejawantahan dari revolusi mental yang dicanangkan Jokowi," demikian Despen. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya