Posisi Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia mendapat perhatian khusus dari masyarakat luas. Makin menarik karena menteri yang lama terjerat kasus korupsi.
Harapan masyarakat terhadap pemerintahan baru adalah dapat mewujudkan kedaulatan di bidang energi dan mampu mensejahterakan rakyat sesuai amanah pasal 33 UUD 1945. Hal ini tercermin dalam hasil survei terakhir yang dikeluarkan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pada 28 Agustus lalu. Meski tidak menyorot salah satu pos kementerian, namun survei mencatat sebanyak 61,42 persen masyarakat lebih menginginkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla mengisi kabinetnya dengan orang-orang dari kalangan profesional, bukan dari partai.
Harapan tersebut direspons positif oleh calon presiden terpilih, Joko Widodo. Dalam pernyataannya saat menerima tim admin www.kabinetrakyat.org (Kamis, 4/9), ia menegaskan bahwa posisi Menteri ESDM di kabinetnya akan diisi orang muda, profesional, memiliki kemampuan dan berpengalaman di bidang energi. (Baca juga:
Jokowi Kepingin Menteri Muda, Profesional dan Pekerja Keras).
Jokowi Kepingin Menteri Muda, Profesional dan Pekerja Keras).
Direktur Indonesia Publik Institut, Karyono Wibowo, dalam rilisnya, menekankan pada pernyataan presiden terpilih Joko Widodo soal posisi Menteri ESDM. Menurutnya, hal itu merupakan sinyal bahwa Jokowi menginginkan pembaruan dan perubahan paradigma tentang tata kelola energi.
"Pernyataan tersebut juga mengisyaratkan Jokowi tak menginginkan wajah lama untuk menduduki jabatan menteri ESDM. Keinginan Jokowi tersebut layak diapresiasi karena keberaniannya membuat gagasan perubahan demi mewujudkan kedaulatan energi," kata Karyono, (Senin, 8/9).
Namun yang terpenting baginya adalah bagaimana Jokowi memilih orang yang bersih dari korupsi, nepotisme dan steril dari jaringan mafia.
"Karena informasi yang beredar bagaimana kuatnya kelompok Ari Soemarno-JK. Dan satu sisi lobi dari jaringan Raden Priyono, mantan kepala BP Migas, berkeinginan menguasai sektor energi. Patut diwaspadai oleh Jokowi dan PDIP," jelasnya.
Untuk figur kandidat Menteri ESDM yang mendapatkan persetujuan tertinggi di polling kabinetrakyat.org adalah Poltak Sitanggang. Ini sesuai hasil per 4 September lalu atau saat data diserahkan ke Jokowi. Nama Poltak mendapatkan persetujuan dari 2.753 pemilih atau menempati peringkat ke-2 setelah Anies Baswedan di pos menteri lain dari 123 kandidat.
Dalam riset rekam jejak yang dilakukan kabinetrakyat.org, Poltak merupakan satu-satunya kandidat yang bukan merupakan bagian dari birokrasi di era pemerintahan sebelumnya.
Jika analisa ini benar maka beberapa wajah seperti Karen Agustiawan, Evita Legowo, Ari Soemarno, Raden Priyono, Koentoro Mangkusubroto, Susilo Siswoutomo, Tumiran dan Tri Haryo Indriawan Soesilo kemungkinan besar tidak akan dipilih Jokowi. Apalagi mereka yang pernah menjabat di perusahaan-perusahaan asing, yang tentunya saat mereka menjabat mereka berjuang hanya untuk membesarkan perusahaan asing itu di Indonesia.
Sementara Direktur Indonesia Law Reform Institute (ILRINS), Jeppri Silalahi SH, mengatakan, bila Jokowi ternyata masih menggunakan nama-nama lama maka niat Jokowi untuk memberantas mafia migas bisa dipertanyakan kesungguhannya.
[ald]