Berita

net

Politik

Pengamat: Wajah-wajah Lama Tersingkir dari Kandidat Menteri ESDM

SENIN, 08 SEPTEMBER 2014 | 10:45 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Posisi Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia mendapat perhatian khusus dari masyarakat luas. Makin menarik karena menteri yang lama terjerat kasus korupsi.

Harapan masyarakat terhadap pemerintahan baru adalah dapat mewujudkan kedaulatan di bidang energi dan mampu mensejahterakan rakyat sesuai amanah pasal 33 UUD 1945. Hal ini tercermin dalam hasil survei terakhir yang dikeluarkan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pada 28 Agustus lalu. Meski tidak menyorot salah satu pos kementerian, namun survei mencatat sebanyak 61,42 persen masyarakat lebih menginginkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla mengisi kabinetnya dengan orang-orang dari kalangan profesional, bukan dari partai.
 
Harapan tersebut direspons positif oleh calon presiden terpilih, Joko Widodo. Dalam pernyataannya saat menerima tim admin www.kabinetrakyat.org (Kamis, 4/9), ia menegaskan bahwa posisi Menteri ESDM di kabinetnya akan diisi orang muda, profesional, memiliki kemampuan dan berpengalaman di bidang energi. (Baca juga:
Jokowi Kepingin Menteri Muda, Profesional dan Pekerja Keras).

Jokowi Kepingin Menteri Muda, Profesional dan Pekerja Keras).

Direktur Indonesia Publik Institut, Karyono Wibowo, dalam rilisnya, menekankan pada pernyataan presiden terpilih Joko Widodo soal posisi Menteri ESDM. Menurutnya, hal itu merupakan sinyal bahwa Jokowi menginginkan pembaruan dan perubahan paradigma tentang tata kelola energi.

"Pernyataan tersebut juga mengisyaratkan Jokowi tak menginginkan wajah lama untuk menduduki jabatan menteri ESDM. Keinginan Jokowi tersebut layak diapresiasi karena keberaniannya membuat gagasan perubahan demi mewujudkan kedaulatan energi," kata Karyono, (Senin, 8/9).

Namun yang terpenting baginya adalah bagaimana Jokowi memilih orang yang bersih dari korupsi, nepotisme dan steril dari jaringan mafia.

"Karena informasi yang beredar bagaimana kuatnya kelompok Ari Soemarno-JK. Dan satu sisi lobi dari jaringan Raden Priyono, mantan kepala BP Migas, berkeinginan menguasai sektor energi. Patut diwaspadai oleh Jokowi dan PDIP," jelasnya.

Untuk figur kandidat Menteri ESDM yang mendapatkan persetujuan tertinggi di polling kabinetrakyat.org adalah Poltak Sitanggang. Ini sesuai hasil per 4 September lalu atau saat data diserahkan ke Jokowi. Nama Poltak mendapatkan persetujuan dari 2.753 pemilih atau menempati peringkat ke-2 setelah Anies Baswedan di pos menteri lain dari 123 kandidat. 

Dalam riset rekam jejak yang dilakukan kabinetrakyat.org, Poltak merupakan satu-satunya kandidat yang bukan merupakan bagian dari birokrasi di era pemerintahan sebelumnya.

Jika analisa ini benar maka beberapa wajah seperti Karen Agustiawan, Evita Legowo, Ari Soemarno, Raden Priyono, Koentoro Mangkusubroto, Susilo Siswoutomo, Tumiran dan Tri Haryo Indriawan Soesilo kemungkinan besar tidak akan dipilih Jokowi. Apalagi mereka yang pernah menjabat di perusahaan-perusahaan asing, yang tentunya saat mereka menjabat mereka berjuang hanya untuk membesarkan perusahaan asing itu di Indonesia.

Sementara Direktur Indonesia Law Reform Institute (ILRINS), Jeppri Silalahi SH, mengatakan,  bila Jokowi ternyata masih menggunakan nama-nama lama maka niat Jokowi untuk memberantas mafia migas bisa dipertanyakan kesungguhannya. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

TNI Siap Turunkan Penerjun Khusus Padamkan Api Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:50

KDKMP Upaya Merebut Kedaulatan Rakyat Atas Pasar

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:34

Pemerintah Kembali Kirim Bantuan ke NTT dan Kalimantan, dari Logistik hingga 500 Mesin Pompa Air

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:30

Sri Purwanti Bangun Bisnis Kuliner Halal Citarasa Nusantara di Taiwan

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:26

Rupiah Melemah, Sanksi Baru AS ke Iran jadi Biang Kerok

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:13

Prabowo Dorong Uji Coba Ubi Bombing untuk Atasi Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:43

El Nino Sangat Kuat, Jangan Bakar Lahan untuk Land Clearing

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:42

Rumor 62,2 Persen Saham BYAN Warning bagi Pasar Modal

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Pencemaran Berulang, DPR Desak Sumber Limbah Pencemar Kali Bekasi Diusut

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Bioskop Jaksinema Hadir di Pasar Rumput, Tiket Cuma Rp15 Ribu

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:28

Selengkapnya