Berita

ilustrasi palestina/mel

Dunia

Di Luar Konflik Gaza, Israel dan Palestina Masih Bersitegang

SENIN, 08 SEPTEMBER 2014 | 10:32 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pasca gencatan senjata digelar antara Israel dan kelompok Hamas di Gaza yang mengakhiri serangan udara yang sempat terjadi selama beberapa pekan lalu itu, hubungan antara Israel dan Palestina tidak seketika berubah menjadi damai. Warga dan petugas keamanan kedua negara masih kerap terlibat dalam sejumlah kerusuhan serta bentrokan.

Seperti yang terjadi pada Minggu (7/9), puluhan warga Palestina terlibat kerusuhan setelah menggelar aksi protes di wilayah Yerusalem Timur. Protes tersebut dilakukan setelah mendengar kabar adanya seorang pemuda dari lingkungan mereka yang tewas dalam bentrokan dengan polisi Israel pekan lalu.

Para pengunjuk rasa di kawasan Wadi al-Joz melemparkan batu serta bom molotov yang dibalas dengan peluru karet oleh petugas Israel dalam kerusuhan yang terjadi selama beberapa jam itu. Tidak ada laporan soal korban yang mengalami luka serius dalam kejadian itu.


Pengunjuk rasa memprotes tewasnya Mohammed Sinokrot pada pekan sebelumnya. Remaja berusia 16 tahun itu diketahui mengalami luka serius di kepala akibat terkena peluru karet oleh polisi Israel sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Di hari yang sama, seperti dikabarkan Reuters, bentrokan juga terjadi ketika sejumlah warga Palestina menyerang pompa bensin di lingkungan Yahudi di Yerusalem Timur. Mereka merusak pompa bahan bakar dan berupaya menyalakan obor di situ.

Di luar sorotan konflik Gaza, kerusuhan serta bentrokan semacam itu masih terjadi antara warga Palestina dan Israel.

Kedua negara diketahui kerap berkonflik sejak Israel merebut wilayah Yerusalem Timur bersama dengan Gaza dan Tepi Barat dalam Perang Enam Hari pada tahun 1967. Kemudian pada tahun 1980, Israel meloloskan undang-undang yang menyatakan bahwa Yerusalem merupakan ibukota Israel. Langkah Israel tersebut tidak diakui secara internasional pada saat itu.

Sejak saat itu, Israel terus memperluas wilayahnya dan mnggerus wilayah Palestina dengan membangun pemukiman Yahudi.

Kedua negara kerap terlibat dalam konflik atau insiden baik dalam skala kecil ataupun besar hingga saat ini. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya