Berita

ilustrasi/net

Dunia

Banjir Sapu Sebagian Wilayah Asia Selatan dan Tingkok Sepanjang Akhir Pekan

SENIN, 08 SEPTEMBER 2014 | 09:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Banjir besar yang muncul akibat hujan lebat menyapu sejumlah wilayah Asia Selatan dan Tiongkok sepanjang akhir pekan kemarin, menyisakan ratusan korban jiwa, korban luka, pengungsi, serta kerusakan bangunan.

Di Pakistan, banjir terparah terjadi di sejumlah wilayah seperti Punjab dan Kashmir yang masuk ke wilayah administrasi Pakistan. Kantor Perdana Menteri Nawaz Sharif melaporkan, hingga akhir pekan kemarin tercatat setidaknya ada 110 orang yang tewas dan 150 orang lainnya luka-luka. Sebagian korban tewas akibat terkena reruntuhan atap ataupun tersengat listrik yang konslet karena banjir. Bukan hanya itu, setidaknya 650 rumah penduduk juga diketahui rusak tersapu banjir.

Sementara itu di India, banjir menyapu wilayah Vinod Koul dan Kahsmir yang masuk administrasi India. Tercatat ada 97 korban tewas akibat banjir tersebut.


Banjir tersebut juga merusak ratusan rumah penduduk dan jembatan, serta menutup jalanan. Aliran listrik serta air bersih di wilayah tersebut pun lumpuh akibat banjir. Setidaknya lima ribu orang terpaksa mengusngsi akibat banjir yang disebut banjir terparah sejak enam dekade terakhir itu.

Di Tiongkok, hujan yang turun terus menerus juga menyebabkan banjir. Lebih dari 40 orang dilaporkan tewas dan 18 orang lainnya masih menghilang akibat banjir yang terjadi akhir pekan kemarin.

CNN mengabarkan, banjir juga menyebabkan sejumlah kerusakan bangunan serta infrastruktur. Pemerintah Tiongkok memperkirakan, kerusakan yang timbul akibat banjir mencapai lebih dari 530 juta dolar AS.

Sementara itu di Thailand, pemerintah mendesak warga yang tinngal di sepanjang aliran air di wilayah tengah Thailand untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi menyusul resiko banjir akibat tingkat air di bendungan yang semakin meningkat.

Hujan lebat disusul banjir juga sempat menggenangi sejumlah wilayah di Bangladesh, Myanmar, Nepal, Korea Selatan dan Jepang bulan lalu. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya